ENREKANG — Ratusan juta rupiah lenyap dalam kobaran api yang menghanguskan sembilan kios di Pasar Agro Sumillan, Kecamatan Alla. Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung turun ke lokasi pada Rabu (13/5/2026) untuk memastikan proses penanganan dan pendataan berjalan optimal.
Dalam kunjungan itu, Kapolres tidak sekadar melihat kondisi terkini. Ia berdialog langsung dengan para pedagang yang menjadi korban, memberikan dukungan moril, dan memastikan koordinasi lintas instansi berjalan tanpa hambatan.
"Kehadiran kami bersama Forkopimda merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak musibah. Kami memastikan seluruh proses penanganan berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi," kata Kapolres melalui keterangan resmi di sela peninjauan.
Di tengah keprihatinan, tim Satreskrim Polres Enrekang terus bekerja. Kapolres mengecek langsung proses olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan personelnya. Mereka mengumpulkan keterangan saksi dan mengidentifikasi titik awal munculnya api.
Berdasarkan informasi sementara, kobaran api diduga dipicu korsleting arus listrik. Meski begitu, polisi belum menetapkan penyebab pasti. Penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan tidak ada unsur kelalaian atau faktor lain di balik musibah ini.
AKBP Hari Budiyanto memanfaatkan momen ini untuk mengingatkan warga. Ia mengimbau para pedagang dan pemilik rumah agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik.
"Rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Langkah kecil ini bisa mencegah kejadian serupa terulang kembali," ujarnya.
Pasca-kebakaran, suasana di Pasar Agro Sumillan berangsur tenang. Petugas masih berjaga untuk mengamankan lokasi dan memastikan proses pendataan korban selesai. Bagi para pedagang, kini yang tersisa adalah harapan agar bantuan segera turun dan usaha bisa kembali bangkit. (*)