Iran Jadikan Gencatan Senjata di Lebanon Sebagai Prasyarat Utama Kesepakatan dengan AS

Penulis: Aditya Nugraha  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 06:51:01 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan gencatan senjata di Lebanon sebagai prasyarat utama kesepakatan dengan AS.

SULAWESI SELATAN — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon menjadi syarat mutlak bagi tercapainya kesepakatan pengakhiran perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam pertemuan dengan misi internasional di Tehran, Selasa (16/6), sebagaimana dilaporkan kantor berita pemerintah Iran, IRNA.

"Lini Lebanon dan Iran entah bagaimana menjadi terhubung dan bergantung satu sama lain. Sejak hari pertama, Iran menganggap pengakhiran perang di Lebanon sebagai prasyarat untuk mengakhiri perang dengan Iran," ujar Araghchi.

Nota Kesepahaman Dua Fase

Menurut Araghchi, pengakhiran perang telah diumumkan pada Senin pagi waktu Iran dan nota kesepahaman akan berlaku secara resmi pada Jumat mendatang. Diplomat senior itu merinci bahwa pembicaraan Iran-AS yang akan dimulai di Swiss pada hari yang sama terbagi dalam dua fase.

Fase pertama akan membahas isu-isu strategis seperti Selat Hormuz, pembatasan maritim, dan rekonstruksi infrastruktur Iran pasca-konflik. Sementara fase kedua akan menyasar masalah nuklir dan pencabutan sanksi yang akan diselesaikan dalam kesepakatan akhir.

Jaminan Komprehensif untuk Lebanon

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei sebelumnya menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan berkelanjutan dengan AS tanpa jaminan komprehensif atas keamanan dan kemerdekaan teritorial Lebanon. "Penyebutan nama 'Lebanon' tiga kali dalam nota kesepahaman baru-baru ini menunjukkan posisi strategis negara ini dalam proses rekonsiliasi," kata Baghaei, sebagaimana dikutip Anadolu dari Tasnim.

Ia menambahkan bahwa penetapan gencatan senjata dan pengakhiran perang di Lebanon merupakan bagian integral dari kesepahaman komprehensif untuk mengakhiri perang secara keseluruhan.

Peran Mediasi Pakistan dan Pengumuman Trump

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Minggu (15/6) mengumumkan bahwa kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran telah tercapai. "Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon," tulis Sharif di media sosial, seraya menyebut upacara penandatanganan resmi akan digelar di Swiss pada Jumat, 19 Juni.

Sharif juga menyampaikan terima kasih kepada Qatar, Arab Saudi, dan Turki atas bantuan mediasi. Presiden AS Donald Trump kemudian mengonfirmasi kesepakatan tersebut dan menyatakan Amerika Serikat akan mengakhiri blokade angkatan lautnya terhadap Iran.

Penolakan dari Politisi Sayap Kanan Israel

Di Israel, dua politisi sayap kanan, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, mengecam kesepakatan itu. Mereka justru menyerukan peningkatan kampanye militer di selatan Lebanon dengan dalih melenyapkan kelompok militan Hizbullah, dan menegaskan bahwa negaranya tidak terikat pada kesepakatan tersebut.

Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran telah mengonfirmasi adanya nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi juga memastikan teks nota kesepahaman telah rampung dan akan ditandatangani pada Jumat di Swiss.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top