MAKASSAR — Tim Jurnalis FC yang dipimpin Arman dari Rakyat Sulsel harus mengakui keunggulan tim pamong muda Pemkot Makassar dengan skor 8-5. Meski kalah, semangat kebersamaan justru menjadi sorotan utama malam itu.
Andi Zulkifly menegaskan bahwa pertandingan ini bukan sekadar ajang olahraga. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi sarana efektif untuk membangun komunikasi yang lebih cair antara pemerintah dan media.
“Pertandingan ini kami gagas sebagai wadah silaturahmi. Pemerintah dan media memiliki peran yang sama pentingnya dalam membangun daerah. Melalui olahraga seperti ini, hubungan yang selama ini terjalin baik bisa semakin akrab dan cair di luar suasana formal pekerjaan,” ujar Zulkifly kepada wartawan.
Tim Pemkot Makassar diperkuat oleh pamong-pamong muda lulusan IPDN. Sementara itu, jajaran jurnalis yang turun ke lapangan antara lain Amastasha dari Harian Fajar, Napoleon dari Ideatimes, Akbar dari Harian Disway, Saddam dari Pedoman Media, Hendra dari Gosulsel, dan Ari dari Tribun Timur.
Eks Camat Ujung Pandang itu berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala. “Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang paling penting adalah kebersamaan, menjaga komunikasi, serta memperkuat sinergi untuk kemajuan Kota Makassar,” tambahnya.
Kapten Jurnalis FC, Arman, menyambut positif inisiatif Sekda Makassar. Ia menilai di tengah kesibukan masing-masing, olahraga menjadi cara efektif untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. ... Yang terpenting bukan skor akhir, tetapi kebersamaan yang terbangun. Kami berharap silaturahmi seperti ini bisa terus berlanjut karena hubungan yang baik antara media dan pemerintah tentu akan memberi dampak positif bagi masyarakat,” tutup Arman.