Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Targetkan Produktivitas Jagung Tembus di Atas 8 Ton Per Hektare

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:49:01 WIB
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memeriksa hasil panen jagung pada Panen Raya Jagung Kuartal III di Desa Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu.

SIDRAP — Angka produktivitas 8 ton per hektare pada Panen Raya Jagung Kuartal III di Desa Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, dianggap Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif sebagai pijakan awal, bukan garis finis. Dalam wawancara eksklusif dengan Katasulsel.com, ia menyebut capaian itu adalah hasil kerja kolektif yang harus dipacu lebih tinggi lagi pada musim tanam berikutnya.

“Kami tidak ingin berhenti di angka 8 ton per hektare. Target kami bagaimana produktivitas terus meningkat, kesejahteraan petani naik, dan Sidrap semakin diperhitungkan dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya kepada Katasulsel.com, Sabtu (1/8/2026).

Strategi Pemkab Sidrap Pacu Produksi Jagung

Syaharuddin menjelaskan, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan musim. Sejumlah intervensi dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan lahan produksi tetap optimal. Perbaikan jaringan irigasi menjadi prioritas agar pasokan air terjaga sepanjang musim tanam.

Selain itu, pemerintah mendorong penggunaan benih unggul bersertifikat dan memperluas adopsi alat mesin pertanian (alsintan) untuk menekan biaya produksi. “Ini hasil kerja keras petani, dukungan pemerintah, pendampingan penyuluh, serta kolaborasi semua pihak,” kata Syaharuddin menegaskan.

Kepastian Pasar Jadi Kunci Semangat Petani

Di luar aspek teknis budidaya, Syaharuddin menyoroti pentingnya jaminan serapan hasil panen. Ia mengapresiasi langkah Perum Bulog yang melakukan pembelian langsung di lokasi panen raya. Menurutnya, kepastian pasar adalah faktor krusial agar petani berani meningkatkan produksi.

“Petani tidak hanya butuh hasil panen yang bagus, tetapi juga membutuhkan kepastian bahwa hasil panennya terserap dengan harga yang baik. Karena itu kami mengapresiasi Bulog yang hadir langsung membeli hasil panen petani,” tuturnya.

Kehadiran Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro dalam kegiatan panen raya tersebut juga dinilai sebagai sinyal kuat bahwa sektor pertanian menjadi perhatian serius berbagai institusi negara, bukan hanya pemerintah daerah.

Menuju Pusat Pertumbuhan Pertanian Indonesia Timur

Sidrap saat ini tidak hanya mengandalkan sentra produksi di Watang Pulu. Syaharuddin menyebut sejumlah kawasan pertanian jagung lain di kabupaten tersebut mulai menunjukkan tren produktivitas positif. Ia optimistis target jangka panjang untuk menjadi rujukan nasional dapat tercapai.

“Kalau orang bicara pertanian modern, saya ingin orang langsung ingat Sidrap. Kalau orang bicara jagung berkualitas, saya ingin mereka melihat Sidrap. Itu target besar kita,” ucapnya.

Keyakinan ini ditopang data produktivitas yang terus meningkat, dukungan pemerintah pusat, serta penyerapan hasil panen oleh Bulog. Posisi Sidrap sebagai lumbung pangan Sulsel kini mulai bergeser menjadi pusat pertumbuhan pertanian berteknologi di Indonesia Timur. (*)

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: katasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top