SULAWESI SELATAN — Google kembali menyempurnakan aplikasi pesan default Android mereka. Setelah sebelumnya merilis tema obrolan (Chat themes), kini giliran fitur kustomisasi grid pintasan yang mulai diuji coba di kanal beta. Pembaruan ini memungkinkan pengguna mengubah urutan ikon menu yang muncul saat menekan tombol plus (+) di kolom penulisan pesan.
Fitur ini hadir dalam versi beta 20260731_00_RC00. Saat pengguna membuka sebuah percakapan dan menekan ikon plus di sebelah kiri kolom teks, akan muncul grid pintasan. Susunan ikon ini sebelumnya bersifat statis dan bergantung pada ukuran layar perangkat. Kini, pengguna bisa menekan dan menahan (touch & hold) salah satu pintasan lalu menyeretnya ke posisi yang diinginkan.
Untuk memandu pengguna, sistem menampilkan prompt pengantar sederhana: "Touch & hold a shortcut to drag it to a new spot." Interaksinya dinilai cukup intuitif dan mirip dengan cara mengatur tata letak di keyboard Gboard.
Secara total, terdapat hingga 11 item pintasan dalam grid tersebut. Berikut daftar lengkapnya:
Dua item terakhir, yaitu Lokasi Real-time dan Lokasi Sekali Kirim, merupakan pembaruan terbaru dari integrasi Find Hub yang diluncurkan awal tahun ini.
Kehadiran fitur ini tentu memudahkan pengguna yang sering menggunakan pintasan tertentu untuk memindahkannya ke posisi paling mudah dijangkau. Ini adalah langkah personalisasi yang baik dari Google untuk aplikasi pesan mereka.
Namun, ada satu catatan penting. Opsi untuk menyembunyikan (hide) pintasan yang tidak pernah digunakan belum tersedia. Pengguna yang tidak memakai Magic Compose atau fitur lokasi, misalnya, tetap harus melihat ikon tersebut di dalam grid. Ini berarti ruang penyimpanan pintasan tetap penuh meski beberapa di antaranya tidak relevan bagi sebagian orang.
Saat ini, fitur kustomisasi grid pintasan baru bisa dicoba oleh pengguna yang terdaftar dalam program Google Messages beta. Belum ada informasi resmi mengenai jadwal peluncuran ke versi stabil untuk publik. Mengingat pola perilisan Google, fitur ini biasanya akan menjangkau pengguna umum dalam beberapa pekan hingga bulan ke depan setelah tahap pengujian selesai.
Bagi pengguna di Indonesia yang ingin mencoba lebih awal, mendaftar sebagai beta tester melalui Google Play adalah salah satu opsi. Namun, perlu diingat bahwa versi beta terkadang mengandung bug yang dapat mengganggu pengalaman penggunaan sehari-hari.