GOWA — Puluhan pelajar SMKN 14 Gowa mendapat pembekalan langsung soal keselamatan berkendara dalam agenda rutin yang digagas Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel). Kegiatan yang berlangsung Jumat (28/8/2026) ini melibatkan Polsek Somba Opu dan Duta Cari Aman dari SMK Nasional, sekolah binaan safety riding Asmo Sulsel.
Pendekatan dari sesama pelajar ini dipilih agar pesan keselamatan lebih mudah dicerna. Bahasa dan cara penyampaian yang dekat dengan keseharian generasi muda dinilai lebih efektif ketimbang ceramah formal semata.
Instruktur safety riding Asmo Sulsel, Wanny, menyoroti kebiasaan pelajar yang kerap mengabaikan helm saat bepergian jarak pendek. Ia menegaskan perlengkapan keselamatan tidak boleh dilepas hanya karena tujuan dekat.
“Kami ingin para siswa memahami bahwa keselamatan harus menjadi prioritas setiap kali menggunakan sepeda motor. Menggunakan helm dan perlengkapan berkendara secara lengkap tetap penting meskipun jarak yang ditempuh dekat,” ungkapnya.
Selain helm, peserta juga diingatkan untuk menaati rambu dan aturan lalu lintas. Kepatuhan ini perlu dibangun sebagai kebiasaan, bukan sekadar respons saat ada petugas di lapangan.
Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, mengatakan pelajar adalah kelompok pengguna jalan yang membutuhkan edukasi berkelanjutan. Perusahaan menargetkan perluasan jangkauan program ke lebih banyak sekolah di Sulawesi Selatan.
“Pelajar merupakan salah satu kelompok pengguna jalan yang perlu mendapatkan edukasi keselamatan secara konsisten. Karena itu, kami terus memperluas jangkauan edukasi ke berbagai sekolah,” ujar Yusticia.
Ia berharap nilai #Cari_Aman tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pesan tersebut semestinya diterapkan sehari-hari dan ditularkan para siswa ke lingkungan terdekatnya.
Keterlibatan Polsek Somba Opu memberikan legitimasi hukum sekaligus pendekatan humanis kepada pelajar. Sementara Duta Cari Aman berperan sebagai jembatan komunikasi antar-teman sebaya.
Kolaborasi ini diharapkan membangun kesadaran berlalu lintas yang lebih kuat di kalangan generasi muda Gowa, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan yang melibatkan pelajar.