SULAWESI SELATAN — Gresik punya destinasi wisata keluarga yang semakin ramai dikunjungi: Wisata Alam Gosari (Wagos) di Kecamatan Ujungpangkah. Kawasan ini bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga ruang terbuka yang kerap dipakai untuk berbagai acara komunitas. Senin pekan lalu, lokasi ini menjadi tuan rumah perayaan ulang tahun ke-21 Himpaudi (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) Kecamatan Ujungpangkah.
Peringatan HUT ke-21 Himpaudi Ujungpangkah berlangsung meriah dengan kehadiran guru PAUD, anak didik, dan wali murid yang kompak mengenakan atribut merah putih. Pembukaan acara ditandai dengan pelepasan balon ke udara, kemudian dilanjutkan dengan senam bersama di area alun-alun Wagos yang dikelilingi persawahan.
Setelah senam, peserta menikmati beragam aktivitas:
Bagi keluarga yang berkunjung di hari biasa, Wagos menawarkan suasana pedesaan yang asri. Pengunjung bisa membawa anak-anak bermain di taman, berfoto di spot berlatar sawah, atau sekadar duduk santai menikmati angin sore. Suasana alamnya yang terbuka cocok untuk anak-anak berlarian bebas, berbeda dengan mall atau wahana indoor.
Direktur Wisata Alam Gosari, Misbakhud Dawam, mengapresiasi konsep acara yang menggabungkan olahraga, edukasi, dan wisata. "Kami sangat mengapresiasi Laskar Himpaudi yang mengemas kegiatan dengan kreatif," ujarnya. Menurut dia, wisata bisa menjadi jembatan antara rekreasi dan pendidikan bagi anak-anak.
Lokasi Wagos berada di Ujungpangkah, Gresik, sekitar 45 menit berkendara dari pusat kota Gresik. Karena berada di area persawahan, disarankan datang pagi hari sebelum cuaca terlalu panas. Bawa topi, sunblock, dan bekal makanan karena pilihan kuliner di sekitar masih terbatas.
Untuk informasi tiket terbaru dan jam operasional, pengunjung dapat memantau akun media sosial resmi Wisata Alam Gosari atau menghubungi pengelola langsung. Akhir pekan biasanya lebih ramai, jadi datang lebih awal untuk mendapatkan spot parkir dan area bermain yang nyaman.
Ketua Himpaudi Kecamatan Ujungpangkah, Hj. Khosifatul Melik, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, senam bersama menjadi sarana menanamkan gaya hidup sehat sejak dini. "Terus tingkatkan kompetensi dan kebersamaan guru PAUD demi menjadikan anak-anak generasi hebat," pesannya kepada para pendidik.
Kehadiran paguyuban wali murid yang membawa makanan dari rumah memperkuat suasana kekeluargaan. Mereka duduk berdampingan, berbincang, dan berbagi cerita sambil mengawasi anak-anak bermain. Momen seperti ini yang jarang ditemui di acara resmi lainnya—perpaduan antara silaturahmi, rekreasi, dan pembelajaran dalam satu kesempatan.