PLTP Gunung Ungaran 55 MW Dikebut, Pemerintah Buka-bukaan soal Tahapan Pengembangan

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Rabu, 02 September 2026 | 23:22:31 WIB
Pengeboran eksplorasi Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Ungaran di Kabupaten Semarang dan Kendal tengah berlangsung untuk memastikan kelayakan pengembangan proyek.

SULAWESI SELATAN — Meski masuk dalam daftar proyek strategis energi baru terbarukan, pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran yang membentang di Kabupaten Semarang dan Kendal belum memasuki fase konstruksi. Pemerintah memastikan proses saat ini baru sebatas pengeboran eksplorasi dan studi kelayakan.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengungkapkan bahwa setiap tahapan pengembangan proyek ini wajib berpijak pada dasar data yang kuat. Hal itu mencakup kajian teknis, kelayakan lingkungan, hingga izin dan dampak sosial bagi masyarakat sekitar.

"Eksplorasi dilakukan untuk memastikan potensi panas bumi sekaligus menilai kelayakan pengembangannya," ujar Dwi Anggia dalam keterangan resminya, Rabu (2/9/2026).

Mengapa Rangkaian Eksplorasi Butuh Waktu Lama?

Pengeboran eksplorasi bukan sekadar menggali lubang di tanah. Sebelum menentukan titik lokasi, para ahli geologi dan geofisika harus memetakan kondisi bawah permukaan bumi terlebih dahulu. Hasil kajian ini menjadi penentu apakah target reservoir panas bumi yang dicari benar-benar ada dan layak dieksploitasi.

Menariknya, lokasi pengeboran di permukaan tidak selalu tepat berada di atas sumber panas. Dwi Anggia menjelaskan, teknologi pengeboran berarah atau directional drilling memungkinkan pipa bor dibelokkan dari titik tertentu untuk menjangkau reservoir jauh di kedalaman bumi.

"Karena itu, penentuan lokasi sumur dilakukan berdasarkan data dan kajian teknis, bukan semata-mata berdasarkan posisi sumber panas bumi di permukaan," tegasnya. Pendekatan ini juga menjadi kunci untuk menjaga kelestarian kawasan Candi Gedong Songo yang berada di area tersebut.

Proyek Nasional dengan Target Operasi 2031

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, pembangkit ini akan menjadi salah satu pemasok energi bersih untuk Pulau Jawa. Dengan kapasitas 55 MW, listrik yang dihasilkan mampu menyuplai kebutuhan puluhan ribu rumah tangga di Jawa Tengah.

Namun, sebelum konstruksi dimulai, pengembang masih harus memastikan karakteristik reservoir melalui riset berlapis. Kepastian ini menentukan desain pembangkit dan perkiraan biaya investasi yang dibutuhkan.

Proyek ini merupakan bagian dari target pemerintah untuk meningkatkan bauran energi nasional dari sumber panas bumi yang hingga kini pemanfaatannya masih jauh dari potensi besar yang dimiliki Indonesia. Keberhasilan proyek di lereng Gunung Ungaran kelak akan menjadi barometer bagaimana pemerintah menyeimbangkan kebutuhan energi dengan pelestarian lingkungan dan situs budaya.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top