SULAWESI SELATAN — Alih-alih menjadi potret intim seorang narapidana, film ini justru merosot menjadi eksplorasi psikologis yang gelap dan membingungkan. Logline resmi A24 menyebut perjalanan ini berubah menjadi tiga tahun yang memutar balik akal, menyeret penonton ke dalam jurang ketidakpastian.
Proses syuting berlangsung pada April hingga Mei 2023, hanya beberapa minggu setelah Holmes dijatuhi hukuman atas tuduhan penipuan investor dan penipuan kawat pada Januari 2022. Fielder dan timnya mendapat akses langka untuk mendokumentasikan keseharian Holmes, sebuah momen yang hampir mustahil bagi terpidana kasus sebesar ini.
Para penonton yang menghadiri pemutaran perdana langsung membanjiri media sosial. Kata-kata seperti "mengejutkan", "brilian", dan "gila" mendominasi unggahan mereka, menggambarkan pengalaman menonton yang sulit dicerna.
Salah satu reaksi paling menonjol datang dari unggahan yang berbunyi, "Apa yang baru saja saya tonton?" Pernyataan itu menangkap kebingungan sekaligus kekaguman terhadap narasi yang disajikan Fielder dan Oppenheim. Ulasan resmi dari kritikus diperkirakan akan segera menyusul setelah pemutaran perdana ini.
Nathan Fielder, yang dikenal lewat serial komedi Nathan For You dan The Rehearsal di HBO, membawa gaya khasnya yang canggung namun tajam. Sementara itu, Lance Oppenheim adalah dokumenter murni dengan karya seperti Some Kind of Heaven (2020) dan Spermworld (2024).
Menariknya, Oppenheim juga baru saja memutar film naratif pertamanya, Primetime yang dibintangi Robert Pattinson, di Venice Film Festival akhir pekan lalu. Film tersebut langsung mencuri perhatian kritikus dan masuk dalam perbincangan penghargaan.
Bersamaan dengan pemutaran di Telluride, A24 merilis teaser trailer resmi film ini. Belum ada tanggal pasti yang diumumkan, namun You Can See Everything dijadwalkan tayang di bioskop pada Oktober mendatang.
Perpaduan gaya dokumenter observasional Oppenheim dan kecenderungan Fielder pada situasi surealis menjanjikan sebuah film yang tidak biasa. Kasus Holmes sendiri telah menjadi perhatian publik luas, dan pendekatan sinematik yang berbeda ini akan memberikan perspektif baru yang layak dinantikan.