Pelindo Latih 30 Warga Pesisir Surabaya Olah Limbah Kerang Jadi Tepung Bernilai Jual

Penulis: Endra Sanjaya  •  Sabtu, 07 November 2026 | 15:37:01 WIB
Pelatihan pengolahan limbah cangkang kerang diikuti 30 peserta di Aula Gedung Sentra Ikan Bulak, Surabaya.

SULAWESI SELATAN — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menggelar pelatihan pengolahan limbah cangkang kerang bagi 30 peserta di Kelurahan Kedung Cowek, Surabaya, Rabu (28/10/2026). Pelatihan lanjutan Program Pelindo Teman Nelayan ini menyusul dukungan peralatan senilai total Rp70,04 juta sejak 2025. Kelompok binaan kini memproduksi tepung cangkang kerang yang tengah mengurus izin edar.

Paragraf pembuka: Pelatihan berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung Sentra Ikan Bulak, Kecamatan Bulak, dengan peserta dari kelompok pengolahan limbah kerang RT 03 Kedung Cowek, masyarakat pesisir, dan pelaku UMKM yang bergerak di pengolahan kerang. Pelindo menggandeng Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Jawa Timur sebagai mitra pelaksana. Kegiatan ini menjadi tahap lanjutan setelah kelompok tersebut menerima bantuan mesin pada tahun sebelumnya.

Dukungan Peralatan Senilai Rp70,04 Juta

Program Pelindo Teman Nelayan berjalan sejak 2025 dengan menyasar Kelompok Pengolahan Limbah Kerang RT 03 Kedung Cowek. Pada tahap awal, Pelindo menyalurkan dukungan Rp56 juta untuk pengadaan mesin Hammermill dan Diskmill Custom, peralatan pendukung, pelatihan, pendampingan, branding produk, serta pemanfaatan bengkel kerja hasil kerja sama dengan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Surabaya.

Memasuki 2026, program dilanjutkan dengan dukungan Rp14,04 juta. Dana itu dipakai untuk pelatihan pengolahan limbah kerang, termasuk menghadirkan pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik dan praktisi dunia usaha. Total dukungan Pelindo sepanjang 2025–2026 mencapai Rp70,04 juta.

Dari Tumpukan Limbah ke Tepung Cangkang Kerang

Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, menyatakan program TJSL perusahaan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Pelindo mendorong kemandirian ekonomi warga melalui peningkatan keterampilan dan pemanfaatan potensi sekitar.

"Melalui Program Pelindo Teman Nelayan, kami ingin mendorong masyarakat pesisir agar mampu mengembangkan potensi lokal menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi. Pengolahan limbah cangkang kerang merupakan salah satu peluang yang dapat dikembangkan, sehingga material yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan pesisir," ujar Purwanto.

Menurut Purwanto, keberhasilan pemberdayaan masyarakat butuh kesinambungan antara bantuan sarana produksi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pendampingan pengembangan usaha. Pelindo pun membuka kolaborasi dengan berbagai pihak agar manfaat program berlanjut.

Izin Edar Jadi PR Berikutnya

Penanggung Jawab TJSL PT Pelindo Sub Regional Jawa, Sulistianingsih, menyebut pelatihan ini memperkuat kemampuan kelompok dalam mengoperasikan peralatan sekaligus menaikkan kualitas produk olahan. Kelompok RT 03 Kedung Cowek sudah berhasil memproduksi tepung cangkang kerang, meski produknya masih dalam proses pengurusan izin edar.

"Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah kami inisiasi sejak 2025 melalui pemberian bantuan mesin Hammermill, Diskmill Custom, dan berbagai sarana pendukung lainnya. Tahun ini kami melanjutkannya melalui pelatihan yang menghadirkan praktisi dan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik agar masyarakat mendapatkan pengetahuan serta keterampilan yang lebih komprehensif dalam pengolahan limbah kerang, dan tentu saja ini sebuah inovasi bagaimana mengolah limbah yang menjadi permasalahan masyarakat pesisir di Indonesia, menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomi, penumpukan limbah kerang yang sangat massif menjadi permasalahan yang harus segera dicarikan solusinya," jelas Sulistianingsih.

Ia berharap pelatihan meningkatkan keterampilan peserta, memperluas pemahaman soal potensi pengembangan produk, dan mengoptimalkan pemanfaatan limbah kerang sebagai peluang usaha baru. Tambahan pendapatan keluarga menjadi salah satu sasaran, di samping pengurangan timbunan limbah di kawasan pesisir.

Penutup: Bagi Pelindo, Program Pelindo Teman Nelayan menjadi bagian penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) pada aspek pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan pesisir. Skala dananya memang kecil, tetapi model pendampingan bertahap dari mesin, pelatihan, hingga izin edar menjadi ujian apakah program TJSL pelabuhan bisa naik kelas dari bantuan sosial menjadi unit usaha warga yang mandiri.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: telusur.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top