TAKALAR — Kombes Pol Osva, S.I.K., M.Si., selaku Direktur Reserse PPA-PPO Polda Sulsel, memimpin langsung kunjungan ke Ruang Flamboyan Kamar 3A RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Takalar. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka yang diderita setelah diserang oleh temannya sendiri.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh keluarga korban. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Kasat Reskrim Polres Takalar IPTU Hariyanto, KBO Reskrim, Kanit PPA Polres Takalar Ipda Syaiful, serta jajaran direksi rumah sakit.
Bantuan untuk Korban dan Keluarga
Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Osva menyerahkan paket bantuan yang terdiri dari sembako, perlengkapan alat tulis untuk menunjang kegiatan belajar, uang tunai, serta mainan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga selama masa perawatan MSA.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian dan empati kepada keluarga kami yang menjadi korban penganiayaan oleh temannya sendiri,” ujar keluarga korban saat ditemui di rumah sakit.
Perlindungan Anak Menjadi Prioritas
Kombes Pol Osva menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan wujud nyata perhatian kepolisian terhadap anak yang berstatus korban tindak pidana. Menurutnya, perlindungan terhadap anak menjadi perhatian serius, terutama ketika mereka menjadi korban kekerasan.
“Memang ada perlindungan terhadap anak terkait kasus pidana terhadap anak. Dalam hal ini, yang kami kunjungi adalah korban dalam kasus tersebut,” kata Osva.
Ia berharap bantuan yang diberikan mampu mendukung proses pemulihan korban sekaligus membantu aktivitas belajarnya. “Hari ini kami menyerahkan bantuan berupa sembako dan alat tulis yang mendukung proses belajar mengajar, uang tunai dan mainan,” ujarnya.
Imbauan untuk Pelajar di Takalar
Di sela kunjungan, Osva juga menyampaikan imbauan kepada para pelajar di Kabupaten Takalar agar membangun pergaulan yang sehat dan menghindari konflik antarsiswa. Ia mengingatkan bahwa perselisihan di kalangan pelajar dapat merugikan diri sendiri dan mengganggu proses pendidikan.
“Kami menyampaikan kepada anak-anak di Kabupaten Takalar supaya bisa bergaul dan bersosialisasi dengan baik sehingga tidak menimbulkan konflik. Kalau sudah berkonflik, tentu merugikan diri sendiri dan mengganggu proses belajar,” tuturnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Para pelajar diminta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik dan tidak menggunakan kekerasan sebagai jalan keluar.