SULAWESI SELATAN — Langkah ini muncul setelah kebuntuan politik antara UEFA dan FIFA memanas. Pemicunya adalah rencana Infantino menjual saham Piala Dunia, yang kemudian diurungkan setelah mendapat tentangan keras. Namun, resistensi UEFA tidak berhenti di situ. Konfederasi Eropa kini menilai perubahan struktural diperlukan agar tidak ada lagi satu figur yang memegang kendali terlalu besar.
Skema Pembagian Jatah Presiden untuk Enam Konfederasi
Dilansir dari The Independent, UEFA tengah menjajaki gagasan untuk membagi jatah kursi presiden FIFA kepada enam konfederasi: UEFA, AFC, CONCACAF, CONMEBOL, CAF, dan OFC. Dengan skema ini, posisi nomor satu di FIFA nantinya akan dihuni secara bergantian oleh perwakilan dari masing-masing badan benua.
Model rotasi semacam ini sebenarnya bukan hal asing di lembaga multinasional. Uni Eropa, misalnya, menerapkan sistem kepresidenan bergilir setiap enam bulan. UEFA menilai prinsip serupa bisa diadopsi untuk menjaga keseimbangan kekuasaan di FIFA.
Pembahasan di Salzburg dan Dukungan AFC-CONCACAF
Wacana ini disebut mengemuka di Salzburg, Austria, saat tokoh-tokoh berpengaruh FIFA dan UEFA berkumpul dalam rangka partai Piala Super Eropa. Pertemuan itu menjadi ajang bagi kubu Eropa untuk menyamakan persepsi sebelum melangkah lebih jauh.
Yang menarik, langkah UEFA tidak berjalan sendiri. Beberapa hari sebelumnya, UEFA bersama AFC dan CONCACAF telah mengeluarkan surat bersama yang menegaskan sikap mereka. Ini menandakan blok perlawanan terhadap Infantino mulai terbentuk lintas benua, bukan sekadar gerakan sepihak dari Eropa.
Penguatan Administrasi dan Posisi Infantino yang Masih Kuat
Gagasan rotasi ini rencananya tidak berhenti pada sekadar pergantian orang. UEFA turut mengusulkan penguatan administrasi yang signifikan di sekitar lingkaran kepresidenan. Artinya, kekuasaan presiden nantinya akan dibatasi oleh struktur birokrasi yang lebih solid, sehingga keputusan besar tidak lagi bergantung pada satu orang.
Meski tekanan menguat, posisi Infantino belum goyah. Ia masih menikmati dukungan dari sejumlah besar negara anggota, terutama dari kawasan yang selama ini diuntungkan oleh program pengembangan FIFA. Pertarungan politik menuju kursi kepresidenan FIFA dipastikan masih panjang.