SULAWESI SELATAN — Wacana pemerintah membatasi pembelian Pertalite untuk kelompok masyarakat ekonomi atas belakangan mengemuka. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mulai menggodok skema penyaluran BBM bersubsidi yang lebih tepat sasaran, salah satunya dengan menyasar kelompok desil 9 dan 10. Namun, kabar ini memicu pertanyaan besar di kalangan pengguna sepeda motor yang jumlahnya dominan di Indonesia.
Kekhawatiran itu langsung dijawab tegas oleh Bahlil. Ia memastikan sepeda motor tidak masuk dalam daftar kendaraan yang akan dibatasi pembelian Pertalitenya di SPBU. Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat.
"Nggak, sepeda motor nggak dibatasi kok. Berarti nggak ada perubahan untuk sepeda motor. Hati-hati loh kamu jadiin judul loh hati-hati ya makasih," kata Bahlil.
Sasaran Pembatasan: Mobil Mewah, Bukan Motor
Bahlil menjelaskan, pembatasan yang dimaksud pemerintah berkaitan dengan jenis kendaraan yang dinilai tidak semestinya menggunakan BBM subsidi. Ia mencontohkan mobil mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz sebagai kendaraan yang seharusnya tidak menggunakan Pertalite.
"Jadi gini Mas, nanti menyangkut pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan ya, jangan pakai BMW pakai Mercy masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri tadi," ujarnya.
Status Kajian dan Kriteria Kendaraan yang Belum Final
Meski arah kebijakan sudah jelas, pemerintah belum menetapkan spesifikasi teknis kendaraan yang akan terkena pembatasan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) ESDM Laode Sulaeman menegaskan pihaknya belum mengumumkan hasil final terkait jenis kendaraan yang masuk kategori pembatasan.
"Pasca pertemuan Pak Menteri ESDM dan Pak Menteri Keuangan Kita belum mengumumkan apa-apa. Tapi sedang kita kaji dan nanti akan diumumkan setelah itu," katanya, melansir CNBC Indonesia, Jumat (28/8).
Pemerintah masih mempelajari sistem penentuan siapa saja yang berhak memperoleh subsidi. Purbaya sebelumnya menyebut pembatasan ini akan diimplementasikan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
"Jadi tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin desil 9, 10 supaya nanti berapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," kata Purbaya.
Bagi pengguna sepeda motor, kepastian ini menjadi angin segar. Pasalnya, mayoritas masyarakat Indonesia masih mengandalkan roda dua sebagai alat transportasi utama, dan Pertalite menjadi bahan bakar pilihan karena harganya yang terjangkau. Pembahasan subsidi tepat sasaran ini merupakan bagian dari koordinasi erat antara Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan untuk memastikan subsidi energi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.