SULAWESI SELATAN — Bagi pasangan muda dengan anak kecil, meluangkan waktu berdua sering terasa seperti kemewahan. Jadwal kerja, sekolah anak, dan rutinitas rumah tangga membuat obrolan suami-istri hanya sebatas soal anak atau tagihan. Kondisi ini juga pernah dialami aktor Tarra Budiman bersama istrinya, Gya Sadiqah.
Tarra menemukan kunci untuk tetap terhubung dengan pasangan: kencan rutin yang dijadwalkan secara sengaja. Sebulan dua kali, ia dan Gya menyisihkan waktu khusus tanpa kehadiran anak-anak.
Komitmen Kencan Minimal Dua Kali Sebulan
Tarra mengaku jadwal ini bukan sekadar rencana, melainkan kesepakatan yang pasti dijalankan setiap bulan. "Kalau date ama Gya tuh sebulan dua kali tuh pasti ada. Mulai itu kita makan malam, mau lunch atau mungkin kita pergi ke luar kota gitu. Biasanya gue akan ngomong sama anak-anak," ungkapnya dalam kanal YouTube Intens Investigasi, Senin (31/8/2026).
Menurut Tarra, momen ini krusial untuk menjaga komunikasi tetap hidup. Urusan pekerjaan dan pengasuhan anak tidak boleh memutus percakapan yang sifatnya personal antara dia dan Gya. Kencan berdua menjadi ruang aman untuk saling bercerita, bertukar pikiran, atau sekadar menikmati kebersamaan tanpa distraksi.
Aturan Tanpa Gadget Saat Kencan
Yang menarik, keduanya sepakat menyingkirkan gadget selama kencan berlangsung. Ponsel dimatikan atau dijauhkan agar waktu yang terbatas bisa digunakan untuk percakapan yang lebih dalam. Bagi banyak orang tua, godaan untuk mengecek notifikasi atau membalas pesan kerja memang besar. Namun Tarra dan Gya memilih fokus satu sama lain.
Kebiasaan ini berdampak signifikan pada kualitas hubungan. Dengan gadget di luar jangkauan, mereka bisa benar-benar hadir secara emosional. Anak-anak pun tahu bahwa momen kencan orang tua adalah waktu spesial yang tidak diganggu, kecuali keadaan darurat.
Melibatkan Anak Sebelum Berangkat
Tarra tidak serta-merta meninggalkan anak-anak tanpa penjelasan. Ia selalu memberi tahu mereka terlebih dahulu bahwa ayah dan ibu akan pergi berdua. Hal ini dilakukan agar si kecil paham dan tidak merasa ditinggalkan. Transparansi sederhana ini membantu anak menerima rutinitas orang tua dengan tenang.
Dengan pendekatan ini, kencan berdua bukan hanya menjadi penyelamat komunikasi suami-istri, tapi juga mengajarkan anak tentang pentingnya menjaga hubungan dalam keluarga. Anak belajar bahwa orang tua juga butuh waktu berdua, dan itu adalah hal yang wajar dan sehat.
Menjadwalkan kencan rutin memang butuh usaha, terutama saat tenaga sudah habis mengurus rumah dan anak. Tapi seperti yang dicontohkan Tarra, konsistensi kecil yang dijalani setiap bulan bisa menjadi fondasi keharmonisan jangka panjang. Bagi ibu muda yang sedang berjuang menjaga keintiman dengan pasangan, menjadwalkan satu atau dua kali "me time" berdua sebulan bisa menjadi langkah awal yang baik.