MAKASSAR — Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memenuhi panggilan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (4/5/2026). Pertemuan ini berlangsung di tengah memanasnya dinamika internal menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulawesi Selatan.
Langkah pria yang akrab disapa Appi tersebut dinilai sebagai fase krusial dalam menentukan arah kepemimpinan partai berlambang pohon beringin di tingkat provinsi. Komunikasi intensif dengan elite pusat menjadi sinyal kuat posisi Appi dalam bursa calon ketua.
Ketua DPD II Golkar Tana Toraja, Victor Datuan Batara, membenarkan keberadaan Munafri di ibu kota untuk memenuhi undangan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Betul. Pak Appi sekarang di Jakarta. Beliau dipanggil oleh DPP Golkar,” ujar Victor saat dikonfirmasi media pada Senin (4/5/2026).
Menurut Victor, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, bersama Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Idrus Marham. Agenda ini mempertegas bahwa proses penentuan nakhoda baru Golkar Sulsel telah memasuki tahapan final di tingkat pusat.
Dukungan dari arus bawah terhadap Munafri Arifuddin dilaporkan terus mengalir. Victor mengungkapkan bahwa saat ini mayoritas pemilik suara di tingkat kabupaten dan kota telah melabuhkan pilihan kepada mantan CEO PSM Makassar tersebut.
“Sedikitnya 21 DPD II bahkan bisa bertambah jadi 22. Sudah ada sinyal tambahan, tapi belum disampaikan secara tertulis,” ungkap Victor menambahkan.
Ia menekankan soliditas dukungan dari daerah akan menjadi faktor penentu dalam kontestasi Musda mendatang. Victor juga meyakini komitmen para ketua DPD II tidak akan goyah dalam memberikan mandat kepemimpinan kepada Munafri.
“Kalau sudah memberikan dukungan, tidak akan berubah, kecuali ada diskresi dari Ketua Umum,” tegasnya.
Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, memastikan jadwal pelaksanaan Musda akan digelar pada Mei 2026. Sulawesi Selatan diproyeksikan menjadi provinsi terakhir yang melaksanakan Musda tingkat provinsi secara nasional.
“Pokoknya kita sudah siap, tidak ada masalah,” kata Muhidin. Meski demikian, kepastian tanggal pelaksanaan masih menunggu persetujuan akhir dari Bahlil Lahadalia sebagai pimpinan tertinggi partai.
Muhidin saat ini tengah merampungkan agenda konsolidasi internal, termasuk pertemuan daerah pemilihan (dapil) Sulsel II yang dipusatkan di Kabupaten Soppeng. Setelah seluruh pertemuan dapil tuntas, barulah jadwal resmi Musda diumumkan ke publik.
Tingginya dinamika politik di Sulawesi Selatan diakui menjadi alasan mengapa provinsi ini ditempatkan di akhir jadwal nasional. Sejak menggantikan Taufan Pawe pada akhir 2025, Muhidin fokus menjaga stabilitas partai agar transisi kepemimpinan berjalan mulus.
“Memang punya dinamika tinggi. Itu bagus, artinya kader mencintai partai. Tinggal bagaimana kita satukan supaya satu bahasa. Setelah semua proses konsolidasi selesai, baru kita cari yang terbaik untuk Sulsel,” pungkas Muhidin.