PDAM Maros Raih Laba Rp928 Juta dan Siapkan Proyek Rp75 Miliar

Penulis: Endra Sanjaya  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 01:08:08 WIB
PDAM Maros catat laba bersih Rp928 juta pada tahun buku 2025.

MAROS — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bantimurung Maros mencatatkan kinerja keuangan yang stabil sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan plat merah ini meraup laba bersih setelah pajak sebesar Rp928 juta, meningkat tajam dari capaian tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp380 juta.

Laporan keuangan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur PDAM Maros, Muh Shalahuddin, kepada Bupati Maros Chaidir Syam dalam Rapat Kuasa Pemilik Modal di ruang rapat Sekda Maros, Selasa (5/5/2026). Selain pertumbuhan laba, laporan keuangan perusahaan kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik.

Faktor Pendorong Kenaikan Laba dan Proyeksi Dividen

Muh Shalahuddin menjelaskan bahwa lonjakan laba hingga dua kali lipat ini dipengaruhi oleh kebijakan penyesuaian tarif yang telah diberlakukan sejak 2024. Meskipun kenaikan tarif tergolong moderat, kontribusi dari iuran pelanggan terbukti efektif mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan secara tahunan.

Terkait kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), PDAM Maros masih menunggu keputusan final dari Bupati Maros mengenai besaran dividen. Sesuai Peraturan Daerah, alokasi pembagian laba untuk pemerintah daerah ditetapkan maksimal 35 persen dari laba bersih.

"Besaran dividen diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta, namun keputusan akhir berada di tangan Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal," ujar Shalahuddin.

Peningkatan Kapasitas IPA Bantimurung dan Perluasan Jaringan

Selain fokus pada kesehatan fiskal, PDAM Maros tengah memacu pengembangan kapasitas produksi di tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama, yakni Bantimurung, Pattontongan, dan Tanralili. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan air bersih bagi pelanggan di wilayah perkotaan hingga pelosok.

Untuk IPA Bantimurung, kapasitas produksi ditargetkan naik dari 120 liter per detik menjadi 180 liter per detik. Saat ini, pembangunan sarana pendukung seperti rumah pompa dan instalasi genset sedang berjalan agar distribusi air ke wilayah Bontoa dapat lebih optimal.

Usulan Anggaran Rp75 Miliar Melalui PT SMI

Pemerintah Kabupaten Maros memproyeksikan pengembangan infrastruktur air bersih ini membutuhkan dana besar. Manajemen PDAM telah mengusulkan rencana pembiayaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan total anggaran mencapai Rp75 miliar.

Dana tersebut rencananya akan dialokasikan untuk beberapa poin strategis:

  • Pengembangan fasilitas produksi di IPA Pattontongan dan IPA Tanralili.
  • Perluasan jaringan distribusi utama ke wilayah yang belum terjangkau.
  • Pembangunan sistem booster di wilayah Maros Baru untuk menjaga tekanan air.

Pengembangan infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Maros, seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan dan pertumbuhan kawasan pemukiman baru.

Reporter: Endra Sanjaya
Back to top