MAKASSAR — Pelaksanaan seleksi berlangsung di Assessment Center UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel. Bupati Luwu Patahuddin membuka langsung tahapan wawancara ini didampingi jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati dan Penjabat Sekda Kabupaten Luwu.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan melalui pengisian jabatan berbasis kompetensi. Pemkab Luwu memanfaatkan fasilitas milik Pemprov Sulsel untuk memastikan proses penilaian berjalan profesional sesuai standar sistem merit.
Dalam seleksi terbuka ini, sebanyak 14 peserta bersaing memperebutkan posisi pimpinan pada empat instansi krusial. Keempat jabatan tersebut adalah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Bupati Luwu Patahuddin meminta seluruh peserta mengikuti proses ini dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap hasil seleksi mampu melahirkan figur terbaik yang dapat mendukung peningkatan pelayanan publik di wilayahnya.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pelaksanaan Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Kabupaten Luwu secara resmi saya nyatakan dibuka,” ujar Patahuddin saat memberikan arahan.
Sekda Sulsel Jufri Rahman, yang juga bertindak sebagai panitia seleksi, memberikan apresiasi atas kepercayaan Pemkab Luwu menggunakan Assessment Center BKD Sulsel. Ia menekankan pentingnya transisi menuju manajemen talenta yang lebih modern.
“Kita mendorong agar ke depan Pemkab Luwu menerapkan manajemen talenta dalam pengisian jabatan,” kata Jufri Rahman.
Menurutnya, sistem manajemen talenta adalah instrumen strategis karena berbasis pada pemetaan kompetensi dan kinerja yang nyata. Dengan pola ini, penempatan pejabat tidak lagi bersifat subjektif, melainkan terukur dan sesuai dengan prinsip meritokrasi birokrasi.
Penerapan sistem merit ini sejalan dengan agenda reformasi birokrasi nasional. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sendiri telah mengimplementasikan sistem manajemen talenta bagi pejabat eselon II, III, dan IV sejak tahun 2025.
Memasuki awal 2026, tercatat sudah ada 11 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan yang mulai mengikuti ekspose manajemen talenta tahap pertama. Langkah kolektif ini diharapkan mempercepat terciptanya birokrasi yang profesional dan berkelanjutan di seluruh tingkatan daerah.
Jufri mengingatkan para peserta agar mempersiapkan diri secara maksimal dalam tahapan wawancara ini. “Semoga proses seleksi ini menghasilkan figur terbaik yang mampu membantu kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.