TAKALAR — Puluhan peserta dari berbagai kalangan duduk melingkar di meja domino. Gelak tawa dan canda terdengar silih berganti. Bukan sekadar permainan, domino dipilih sebagai medium untuk merawat hubungan emosional antara alumni Teknik Unhas dengan Pemerintah Kabupaten Takalar.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyambut langsung rombongan Ikatek Unhas di kediamannya. Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk menjaga keharmonisan dan membuka peluang kolaborasi ke depan.
“Kebersamaan seperti ini menjadi modal sosial yang penting. Silaturahmi tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi untuk kemajuan daerah,” ujar bupati di sela acara.
Menurutnya, komunikasi yang terbangun lewat suasana informal justru lebih efektif dibandingkan forum formal. Para alumni dan perangkat daerah bisa saling bertukar gagasan tanpa sekat birokrasi.
Permainan domino yang digelar dalam acara tersebut bukan tanpa alasan. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, domino telah lama menjadi bagian dari tradisi kebersamaan. Lewat meja domino, obrolan mengalir, ide-ide bermunculan, dan hubungan semakin erat.
Pihak Ikatek Unhas menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat solidaritas alumni sekaligus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah. Mereka ingin kontribusi alumni Teknik Unhas tidak hanya dirasakan di sektor pembangunan fisik, tetapi juga dalam merawat kohesi sosial.
Acara berlangsung dari siang hingga sore. Tidak ada pidato panjang atau agenda formal yang kaku. Peserta bebas bercengkerama, bermain domino, atau sekadar menikmati hidangan yang disediakan.
Menjelang akhir, seluruh peserta berfoto bersama di halaman rumah jabatan bupati. Momen itu menjadi penutup yang hangat dari rangkaian silaturahmi yang sarat makna.
Ikatek Unhas berencana menggelar kegiatan serupa secara berkala di daerah lain di Sulawesi Selatan. Tujuannya, memperkuat jejaring alumni sekaligus mendekatkan perguruan tinggi dengan kebutuhan riil masyarakat dan pemerintah daerah.