Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Kompak Turun pada Kamis 21 Mei 2026

Penulis: Endra Sanjaya  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 11:16:41 WIB
Kurs jual dolar AS di Bank Mandiri tercatat paling rendah pada Kamis, 21 Mei 2026.

SULAWESI SELATAN — Berdasarkan pantauan situs resmi masing-masing bank pada Kamis pagi, kurs jual dolar AS—harga yang dibayar nasabah saat membeli dolar dari bank—berada di kisaran Rp 16.380 hingga Rp 16.425. Sementara itu, kurs beli—harga saat nasabah menjual dolar ke bank—bergerak di rentang Rp 16.150 hingga Rp 16.195.

Bank Mandiri mematok harga jual dolar paling rendah di antara keempat bank, yaitu Rp 16.380 per dolar AS. Di sisi lain, BCA dan BRI kompak memasang harga jual di level Rp 16.425, sementara BNI sedikit lebih tinggi di Rp 16.420.

Untuk kurs beli, BCA menawarkan harga paling kompetitif di Rp 16.195 per dolar AS. Disusul Bank Mandiri dan BRI yang sama-sama di angka Rp 16.150, serta BNI di posisi Rp 16.170.

Selisih Tipis Antar Bank, Begini Cara Ceknya

Perbedaan kurs antarbank tergolong tipis, hanya berkisar Rp 40 hingga Rp 70 untuk harga jual. Artinya, nasabah yang hendak menukar dolar dalam jumlah kecil tidak akan merasakan perbedaan signifikan. Namun, bagi kebutuhan transaksi besar—misalnya impor atau biaya pendidikan di luar negeri—memilih bank dengan kurs terendah bisa menghemat pengeluaran.

Nasabah bisa langsung mengecek kurs real-time melalui aplikasi mobile banking masing-masing bank. Biasanya, kurs yang tertera di aplikasi diperbarui setiap beberapa menit selama jam perdagangan valas.

Rupiah Menguat, Ini Pemicunya

Pelemahan dolar AS di pasar domestik ini sejalan dengan penguatan rupiah di pasar spot. Sentimen positif datang dari aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar obligasi pemerintah Indonesia, serta ekspektasi bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan pada level yang mendukung stabilitas.

Bagi masyarakat yang memiliki rencana bepergian ke luar negeri atau membayar tagihan dalam dolar, Kamis ini bisa menjadi momentum untuk membeli valas dengan harga yang lebih murah ketimbang awal pekan lalu. Sebaliknya, bagi eksportir, pelemahan dolar berarti nilai tukar hasil ekspor dalam rupiah menjadi lebih kecil.

Fluktuasi kurs dolar AS terhadap rupiah diperkirakan masih akan berlanjut, dipengaruhi oleh data ekonomi AS yang akan dirilis pekan depan serta keputusan suku bunga bank sentral AS, The Fed.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: investor.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top