MAKASSAR — Forum Monitoring dan Evaluasi Percepatan Penuntasan Tuberkulosis (TBC) Sulawesi Selatan 2026 menjadi panggung bagi Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif untuk memaparkan model kerja lapangan. Ia tampil berdampingan dengan Wakil Menteri Kesehatan D. Nenjamin Paulus Octavianus, Sp.P (K) dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam forum bertema “Tangani Bersama Tuberkulosis di Sulawesi Selatan”.
Syaharuddin memperkenalkan komitmen 14 Desa Siaga TBC pada tahun 2025 sebagai fondasi gerakan kesehatan berbasis komunitas. Targetnya, seluruh desa di Kabupaten Sidrap menjadi Desa Siaga TBC pada 2026.
“Kalau TBC menyebar cepat, pemerintah harus hadir lebih cepat,” ujar Syaharuddin dalam paparannya di forum tersebut.
Forum yang dihadiri bupati/wali kota se-Sulsel, kepala dinas kesehatan, dan jaringan puskesmas itu menyoroti sinergi tiga level kepemimpinan. Wakil Menteri Kesehatan menekankan pentingnya percepatan eliminasi TBC melalui deteksi dini, pengobatan tuntas, dan penguatan sistem kesehatan nasional.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menekankan komitmen daerah dalam mendukung agenda Quick Win penuntasan Tuberkulosis yang menjadi prioritas nasional. Sementara Syaharuddin membawa perspektif bahwa perang melawan TBC harus diturunkan hingga ke desa, keluarga, dan komunitas masyarakat.
Dalam paparannya, Syaharuddin memaparkan langkah strategis Pemkab Sidrap yang mencakup penguatan kebijakan, inovasi case finding, pendampingan pengobatan pasien, hingga penguatan edukasi keluarga sebagai lini pertama pencegahan. Pendekatan ini dinilai cepat, adaptif, dan berbasis masyarakat.
Momen ketika Syaharuddin berdampingan dengan Wakil Menteri Kesehatan dan Gubernur Sulsel menjadi simbol kolaborasi lintas level pemerintahan. Dari forum virtual itu, Sidrap menunjukkan kesiapan berdiri di garis depan perang melawan TBC dengan membangun local health movement yang bisa menjadi role model bagi daerah lain.