MAKASSAR — Andi Upel, politisi senior Golkar Sulsel, mendampingi Andi Angga Prasadewa saat mendatangi kantor Tribun Timur di Jalan Cendrawasih, Makassar. Pimpinan redaksi menerima langsung keduanya untuk membahas pemberitaan yang dinilai merugikan nama baik Andi Angga Prasadewa.
Andi Angga Prasadewa mengaku keberatan dengan sejumlah artikel yang diterbitkan Tribun Timur beberapa waktu terakhir. Ia menilai ada informasi yang tidak akurat dan cenderung menyesatkan publik.
“Kami datang untuk menyampaikan keberatan secara langsung. Saya ingin ada klarifikasi dan koreksi atas berita yang tidak sesuai fakta,” ujar Andi Angga Prasadewa di hadapan awak media.
Andi Upel, anggota DPRD Sulsel, menegaskan langkah pendampingan ini murni bentuk dukungan moral. Ia menilai setiap warga negara berhak meluruskan informasi yang keliru.
“Saya sebagai kader Golkar hadir mendampingi. Ini bukan soal tekanan, tapi soal etika dan tanggung jawab. Kalau ada berita yang tidak benar, ya harus diluruskan,” kata Upel.
Pihak Tribun Timur menyatakan siap menerima masukan dan akan mengecek ulang pemberitaan yang menjadi keberatan. Redaksi juga membuka ruang untuk hak jawab sesuai dengan Undang-Undang Pers.
Pertemuan berlangsung sekitar satu jam dengan suasana kondusif. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Andi Angga Prasadewa dikenal sebagai pengusaha muda di Sulsel. Ia mengaku beberapa pemberitaan Tribun Timur berdampak pada reputasi dan aktivitas bisnisnya. Ia tidak merinci jumlah artikel yang dimaksud, namun menyebut ada tiga judul yang dinilai bermasalah.
Hingga saat ini, Andi Angga Prasadewa belum mengambil jalur hukum. Ia memilih mediasi melalui pendampingan politisi senior. “Kami masih mengedepankan musyawarah. Tapi tidak menutup kemungkinan jika tidak ada itikad baik,” pungkasnya.