MAKASSAR — Sebanyak 139 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dalam aksi plogging yang digelar Pemkot Makassar memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung Wali Kota Munafri Arifuddin, Sabtu (6/6/2026).
Rute sepanjang satu kilometer dimulai dari halaman Balai Kota Makassar menuju Jalan Nusantara. Peserta yang terdiri dari jajaran OPD, ASN, tenaga kebersihan, komunitas lingkungan, dan masyarakat secara aktif memungut serta memilah sampah yang ditemukan di sepanjang jalur.
Berdasarkan hasil penimbangan, sampah organik yang terkumpul mencapai 35,12 kilogram. Sementara sampah anorganik sebanyak 30,34 kilogram, sampah residu 69,43 kilogram, dan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) sebanyak 4,10 kilogram.
Data ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di ruang publik masih memerlukan perhatian serius. Wali Kota Munafri menekankan bahwa perubahan besar dalam menjaga bumi tidak akan terwujud tanpa kesadaran yang dibangun dari rumah tangga.
Dalam kegiatan ini, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mendapat tanggung jawab untuk memungut dan memilah sampah berdasarkan kategorinya. Langkah ini menjadi bentuk edukasi langsung mengenai pentingnya pemisahan sampah untuk mempermudah proses daur ulang.
"Hari ini, kita hadir memperingati hari lingkungan sedunia, kita terus menjaga kebersihan, perubahan besar dalam menjaga bumi tidak akan terwujud tanpa adanya kesadaran dan kebiasaan baik yang dibangun dari rumah tangga," kata Munafri dalam sambutannya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan bahwa rangkaian peringatan tahun ini tidak hanya seremonial. Pihaknya ingin menggerakkan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam aksi nyata pelestarian lingkungan.
"Menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Jika kesadaran itu tumbuh dari rumah, maka akan terbentuk budaya peduli lingkungan yang kuat di tengah masyarakat," ujarnya.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Makassar akan dirangkaikan dengan sejumlah agenda lain. Termasuk aksi pemilahan sampah secara virtual serentak, peluncuran Gerakan Nasional Indonesia Asri, serta talkshow lingkungan yang melibatkan berbagai pihak.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perangkat daerah, ketua RT dan RW, petugas kebersihan, pelajar, komunitas lingkungan, hingga sektor swasta yang tersebar di berbagai wilayah Makassar. Menurut Appi, keterlibatan seluruh unsur masyarakat menjadi kunci membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan.