SULAWESI SELATAN — Kepemimpinan Indonesia selama tiga tahun terakhir tidak berjalan tanpa hasil. Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumontoy, menyebut fokus utama periode tersebut adalah penguatan rantai nilai industri serta percepatan transisi menuju kendaraan energi baru ramah lingkungan.
"Selama dua tahun terakhir, kepemimpinan Indonesia berfokus pada penguatan rantai nilai, percepatan transisi menuju kendaraan energi baru yang ramah lingkungan, serta peningkatan dialog kebijakan antarnegara," ujar Anton dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).
Di bawah komando MAA, AAF tidak sekadar berganti pimpinan. Organisasi payung industri otomotif Asia Tenggara ini disebut bakal memprioritaskan penyelarasan standar industri dan teknologi ramah lingkungan. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi kawasan di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Anton menambahkan, pada periode 2026-2028 AAF juga akan menyampaikan rekomendasi strategis kepada para menteri ekonomi ASEAN. Rekomendasi ini menyangkut pengembangan industri otomotif, termasuk penguatan integrasi rantai pasok regional yang mendukung peta jalan industri otomotif ASEAN menuju 2030.
Penyerahan mandat ini dimaknai Gaikindo sebagai titik tolak hubungan yang lebih erat, bukan perpisahan. Anton menegaskan bahwa kolaborasi antara Jakarta dan Kuala Lumpur akan menjadi fondasi bagi sektor otomotif kawasan yang lebih kompetitif.
"Penyerahan kepemimpinan kepada Malaysia bukanlah akhir, melainkan awal dari hubungan yang lebih kuat antara Indonesia, Malaysia, dan seluruh negara ASEAN untuk menciptakan sektor otomotif kawasan yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan," kata dia.
Gaikindo berharap estafet kepemimpinan kepada MAA dapat menjaga kesinambungan kerja sama yang telah terbangun selama ini. Kolaborasi yang berkelanjutan dinilai penting untuk mendorong industri otomotif ASEAN agar semakin kompetitif di pasar global, terutama dalam menghadapi era elektrifikasi.