SULAWESI SELATAN — Pernyataan itu disampaikan Fadil Imran di tengah meningkatnya atensi publik terhadap pemasangan pagar permanen di area beberapa mal besar. Ia menegaskan bahwa aparat keamanan tidak tinggal diam dan akan memastikan aktivitas masyarakat serta operasional bisnis berjalan normal.
"Kami pastikan situasi tetap kondusif. Polri telah melakukan pemetaan dan menempatkan personel di titik-titik yang dianggap rawan," ujar Fadil Imran dalam keterangannya, kemarin.
Pemasangan pagar tinggi oleh pihak pengelola mal memicu beragam spekulasi di masyarakat. Namun, Polri menilai langkah tersebut merupakan bagian dari manajemen keamanan internal pengelola gedung, terutama untuk mengatur arus pengunjung dan mencegah potensi kerumunan.
Meski demikian, Fadil Imran tidak merinci potensi kerawanan spesifik yang diantisipasi. Ia hanya berujar bahwa koordinasi dengan pihak pengelola dan pemerintah daerah terus dilakukan secara intensif.
Sebagai bentuk kesiapan, Polri mengerahkan patroli gabungan dari unsur sabhara, samapta, hingga intelijen. Langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa aman baik kepada pengunjung maupun pelaku usaha.
Pengamanan ekstra ini dinilai penting mengingat pusat perbelanjaan merupakan salah satu objek vital perekonomian yang harus dijaga kelangsungan operasionalnya. Gangguan sekecil apapun bisa berdampak pada iklim investasi dan kepercayaan konsumen.
Fadil Imran juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya terkait pemasangan pagar ini. Ia meminta semua pihak mengedepankan dialog bila ada keberatan atau pertanyaan.
"Silakan sampaikan melalui kanal-kanal resmi agar bisa kita selesaikan bersama. Jangan bertindak di luar hukum," tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai gangguan keamanan signifikan yang terjadi di lokasi-lokasi tersebut. Polri memastikan akan terus mengevaluasi situasi secara berkala dan menyesuaikan jumlah personel jika diperlukan.