MAKASSAR — Partisipasi Dekranasda Kota Makassar dalam ASEAN Day Food Festival 2026 di Hibiscus Room, Heritage Building ASEAN Secretariat, Jakarta, berubah menjadi ajang pembuktian daya tarik kuliner Indonesia timur. Enam jenis kue tradisional yang dibawa hampir ludes sebelum rangkaian acara perayaan ke-59 ASEAN itu berakhir.
Dekranasda Kota Makassar mendapat undangan resmi dari ASEAN Women Circle (AWC) untuk mengisi salah satu gerai dalam festival yang mempertemukan 11 negara anggota ASEAN dan 11 negara mitra dialog tersebut. Kehadiran ini sekaligus menempatkan Makassar sebagai salah satu perwakilan Indonesia yang membawa kekayaan gastronomi dari wilayah timur.
Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa menyebut partisipasi ini bukan sekadar pameran dagang, melainkan medium bercerita. "Partisipasi Dekranasda Kota Makassar dalam ASEAN Day Food Festival 2026 sekaligus menjadi momentum untuk membawa cerita tentang Makassar melalui sajian di atas meja," ujarnya dalam keterangan resmi di Makassar, Minggu.
Menurut Melinda, kehadiran timnya di ibu kota menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Sulawesi Selatan dalam ruang perjumpaan masyarakat internasional. Hidangan yang dihadirkan pun dipilih yang paling ikonik: Coto Makassar yang kaya rempah, pisang ijo, serta beragam kue tradisional khas kota Daeng.
Antusiasme pengunjung yang datang dari berbagai latar belakang negara membuat sejumlah sajian cepat habis. "Ini pengalaman pertama saya menghadiri ASEAN Day dan tentunya sangat exciting. Kita bisa melihat dan mencicipi berbagai macam makanan dari banyak negara, sekaligus memperkenalkan makanan khas Makassar kepada mereka," kata Melinda.
Ia mengaku bangga melihat respons positif tersebut. "Kita senang sekali karena makanan khas Makassar ternyata laris manis. Kue-kue yang kita bawa hampir habis bahkan sebelum acara selesai. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita karena bisa membawa nama Makassar dan memperkenalkan kuliner kita di sini," tuturnya.
Melinda berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang dengan skala lebih besar. Tingginya antusiasme di Jakarta, menurutnya, menjadi sinyal positif bahwa festival kuliner semacam ini punya potensi menjadi ruang promosi budaya yang efektif.
Kehadiran kuliner Makassar di forum ASEAN ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman mencicipi makanan. Lebih jauh, ini menjadi pintu masuk promosi yang lebih luas bagi produk kuliner dan pelaku usaha kreatif daerah untuk menembus pasar internasional.