SULAWESI SELATAN — Archer Aviation, perusahaan rintisan pesawat listrik asal California, kini resmi memiliki Wisk Aero. Kesepakatan ini ditandai dengan penjualan Wisk Aero beserta dua anak usaha Boeing lainnya, SkyGrid dan Insitu, kepada Archer. Sebagai gantinya, Boeing menerima saham baru Archer setara 19,75% dari total saham beredar sebelum penutupan, atau sekitar 16,5% kepemilikan setelah transaksi rampung, seperti dikutip dari dokumen regulasi yang dirilis Senin (16/6).
Akuisisi ini menjadi babak penutup dari hubungan yang sebelumnya berapi-api antara kedua pengembang pesawat eVTOL tersebut. Pada April 2021, Wisk menggugat Archer atas tuduhan "pencurian besar-besaran" informasi rahasia dan kekayaan intelektual. Pertikaian hukum berlangsung dua tahun sebelum akhirnya mencapai penyelesaian yang tidak biasa pada 2023.
Penyelesaian itu tidak hanya menghentikan gugatan dan tuntutan balik Archer senilai USD 1 miliar, tetapi juga memicu kolaborasi baru. Archer setuju menjadikan Wisk pemasok eksklusif teknologi otonom dan memberikan opsi pembelian hingga 13.176.636 saham biasa dengan harga USD 0,01 per saham.
Wisk Aero berakar dari Kittyhawk, perusahaan rintisan aviasi listrik yang dipimpin Sebastian Thrun, salah satu pendiri moonshot factory X milik Alphabet, dan didanai Larry Page, salah satu pendiri Google. Kittyhawk yang tutup pada September 2022 memiliki beberapa program pesawat, termasuk Flyer kursi tunggal dan Heaviside, pesawat listrik senyap yang bisa terbang dan mendarat secara otonom di mana saja.
Program Cora dari Kittyhawk lah yang kemudian menjadi cikal bakal Wisk. Cora, taksi terbang otonom dua penumpang, dipisahkan pada akhir 2019 menjadi usaha patungan dengan Boeing dan berganti nama menjadi Wisk. Boeing mengucurkan investasi besar-besaran, termasuk USD 450 juta pada awal 2022, dan menjadikan Wisk anak usaha penuh pada 2023.
Sementara itu, Archer yang didirikan pada 2018 tidak hanya fokus pada rencana awal membangun jaringan taksi udara. Perusahaan ini berekspansi ke sektor pertahanan beberapa tahun lalu, mengumpulkan dana USD 430 juta pada Desember 2024 untuk mendanai program Archer Defense. Pada 2025, Archer kembali mengantongi USD 300 juta dari investor institusional seperti BlackRock dan Wellington.
Archer juga menjalin kerja sama eksklusif dengan produsen senjata Anduril untuk mengembangkan pesawat VTOL hybrid berbahan bakar gas dan listrik untuk aplikasi pertahanan kritis. Langkah ini menandai pergeseran fokus yang signifikan dari sekadar pasar komersial ke kontrak pemerintah yang bernilai besar.
Di tengah aksi korporasi ini, Archer terus memajukan pengembangan pesawat all-electric Midnight. Awal bulan ini, Archer menyelesaikan uji terbang pulang-pergi berawak antara Bandara Salinas Municipal dan Bandara Monterey Regional. Uji coba ini menjadi persiapan untuk memulai operasi akhir tahun ini di bawah Program Pilot Integrasi eVTOL Gedung Putih.
Dengan akuisisi Wisk, Archer kini menguasai portofolio teknologi otonom yang lebih luas. Integrasi ini berpotensi mempercepat sertifikasi dan komersialisasi layanan taksi terbang, meski tantangan regulasi dan infrastruktur tetap menjadi pekerjaan rumah besar sebelum layanan komersial benar-benar mengudara.