MAKASSAR — Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Sulawesi Selatan memasuki tahun kedua dengan capaian signifikan. Hingga Semester I-2026, realisasi penyaluran anggaran mencapai Rp926,21 miliar untuk pembangunan 7.410 unit rumah subsidi yang tersebar di 22 kabupaten dan kota.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Kemenkeu Sulsel, Angkaswantoro, mengungkapkan bahwa dari total anggaran tersebut, penyaluran yang sudah direalisasikan mencapai Rp689,80 miliar. Angka ini menunjukkan serapan program yang berjalan hampir tiga perempat dari total pagu.
Angkaswantoro menjelaskan bahwa FLPP merupakan instrumen utama pemerintah untuk menjamin akses hunian layak dan terjangkau bagi MBR. Keterbatasan akses pembiayaan formal menjadi alasan utama pemerintah menghadirkan skema ini.
"Program FLPP berdampak terhadap sosial ekonomi karena mampu menciptakan pasar perumahan yang terserap secara pasti, sebab rumah subsidi hampir selalu diminati masyarakat berkat suku bunga rendah dan harga yang terjangkau," ujarnya di Makassar, Rabu.
Pembangunan ribuan unit rumah ini tidak berhenti pada sektor perumahan saja. Angkaswantoro menegaskan bahwa realisasi anggaran tersebut memberikan efek berantai terhadap perekonomian daerah.
Mulai dari penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi, peningkatan aktivitas industri material bangunan, hingga penguatan daya beli masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. Sektor perumahan memang memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi dan pencipta efek berganda di daerah.
Skema pembiayaan FLPP melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait lainnya. Kolaborasi ini memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target dan tepat sasaran bagi MBR.
Dengan suku bunga rendah dan harga yang terjangkau, rumah subsidi ini hampir selalu diminati masyarakat. Hal ini membuat pasar perumahan bersubsidi di Sulawesi Selatan memiliki tingkat serapan yang stabil dan berkelanjutan.
Ke depan, pemerintah daerah diharapkan terus mendukung percepatan pembangunan rumah subsidi agar target penyediaan hunian layak bagi MBR di Sulawesi Selatan dapat tercapai tepat waktu.