MAKASSAR — Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi meluncurkan FreshPax (Natural Ethylene Absorbent Active Paper Sheet) pada Jumat (7/8/2026). Inovasi berupa lembaran kertas aktif ini dirancang untuk memperlambat proses pematangan buah dan sayuran klimakterik seperti pisang, mangga, alpukat, hingga pepaya.
Produk ini menjadi jawaban atas tingginya potensi kerugian pascapanen yang dipicu oleh gas etilen yang dilepaskan secara alami oleh komoditas hortikultura. Gas tersebut mempercepat proses pematangan yang berujung pada pembusukan dan kerugian finansial, baik di tingkat rumah tangga maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) distribusi buah segar.
Pengembangan FreshPax melibatkan tim lintas disiplin ilmu yang diketuai Eky Sanjaya (Ekonomi Pembangunan), dengan anggota Miftah Auliatinur (Ilmu dan Teknologi Pangan), Nur Amalia (Farmasi), Fathan Wibowo (Sistem Informasi), dan Muhammad Ilham Fadillah (Akuntansi). Proyek ini dibimbing oleh Dr. Shinta Dewi Sugiharti Tikson, S.E., M.Mgt.
Ketua Tim PKM-K Unhas, Eky Sanjaya, menjelaskan bahwa keunggulan utama FreshPax terletak pada bahan bakunya yang memanfaatkan limbah kulit jeruk pomelo. Kulit jeruk tersebut mengandung selulosa, pektin, dan polifenol yang berfungsi membentuk struktur kertas sekaligus memberikan perlindungan antimikroba alami.
“FreshPax hadir memanfaatkan limbah kulit jeruk pomelo sebagai sumber selulosa, pektin, dan polifenol. Kandungan organik ini berfungsi membentuk struktur kertas sekaligus memberikan perlindungan antimikroba alami. Dipadukan dengan arang aktif, produk ini efektif menyerap gas etilen sehingga memperlambat pematangan,” ujar Eky dalam pemaparannya saat acara peluncuran.
FreshPax dikemas dalam bentuk lembaran berukuran 31 × 27 cm sehingga mudah digunakan. Pengguna cukup meletakkan lembaran kertas aktif tersebut di bawah atau di sekitar komoditas buah dan sayur yang disimpan untuk menjaga kesegarannya lebih lama.
Selain fungsional, produk ini mengusung sejumlah keunggulan kompetitif. FreshPax sepenuhnya ramah lingkungan (biodegradable), memberikan proteksi ganda melalui sifat antibakteri alami, serta menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengolah limbah organik menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Sebagai bagian dari strategi komersialisasi, FreshPax akan dipasarkan melalui akun Instagram resmi @freshpax.pkmk, berbagai platform marketplace, pameran kewirausahaan, hingga kemitraan strategis dengan UMKM buah dan sayur. Langkah ini diambil untuk memperluas adopsi produk di kalangan pelaku usaha harian.
Bersamaan dengan peluncuran produk, tim Unhas juga menginisiasi kampanye edukasi publik bertajuk AmankanPangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya manajemen pascapanen yang optimal. Melalui inovasi ini, Tim PKM-K Unhas berharap dapat berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia.