Investasi Makassar Tembus Rp2,7 Triliun Hingga Juni 2026, Transportasi Jadi Sektor Terbesar

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:30:31 WIB
Realisasi investasi Kota Makassar mencapai Rp2,7 triliun pada semester pertama 2026, dengan sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebagai penyumbang terbesar.

MAKASSAR — Arus modal yang masuk ke Kota Makassar terus menunjukkan akselerasi. Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) mencatat realisasi investasi sepanjang Januari–Juni 2026 telah menembus angka Rp2,7 triliun lebih, melampaui separuh target yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk tahun ini.

Kepala DPM-PTSP Kota Makassar, Mario Said, menyebut capaian tersebut menjadi indikator positif iklim usaha di ibu kota Sulawesi Selatan. Pihaknya masih memiliki waktu enam bulan untuk mengejar target akhir tahun sebesar Rp3,5 triliun.

“Kami akui, walaupun target Pemkot Rp3,5 triliun, sehingga kami berharap bisa melebihi apa yang kita capai pada tahun kemarin,” kata Mario, Kamis (13/8/2026).

Target 2026: Menembus Rekor Rp5,2 Triliun

Optimisme itu bukan tanpa dasar. Sepanjang 2025 lalu, realisasi investasi Makassar tercatat mencapai sekitar Rp5,2 triliun. Dengan capaian semester pertama yang sudah menyentuh Rp2,7 triliun, ruang pertumbuhan di paruh kedua tahun ini dinilai masih terbuka lebar.

“Harapan kami sampai akhir tahun realisasinya tidak hanya memenuhi target Rp3,5 triliun, tetapi juga bisa melampaui capaian tahun sebelumnya,” harap Mario.

Bukan Cuma Dagang: Sektor Logistik dan Telekomunikasi Mendominasi

Struktur investasi Makassar mengalami pergeseran. Jika sebelumnya didominasi perdagangan, kini sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp638,78 miliar. Sektor perdagangan dan reparasi menyusul di posisi kedua dengan realisasi Rp451,90 miliar.

Investasi di sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran tercatat mencapai Rp351,88 miliar. Sektor pertambangan menyumbang Rp281,70 miliar, sementara hotel dan restoran merealisasikan investasi sekitar Rp224,98 miliar.

“Komposisi tersebut menunjukkan bahwa investasi di Makassar tidak hanya bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa, tetapi juga berkembang pada sektor transportasi, logistik, telekomunikasi, properti, hingga pariwisata dan perhotelan,” jelasnya.

Modal Dalam Negeri Masih Jadi Penopang Utama

Dilihat dari sumber modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai sekitar Rp2,1 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp617,904 miliar. Dominasi ini menunjukkan pelaku usaha lokal masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi kota.

Door-to-Door: Strategi DPM-PTSP Kejar Laporan Investasi

Di balik angka positif tersebut, DPM-PTSP Makassar masih menghadapi pekerjaan rumah berupa kepatuhan pelaporan. Mario mengakui banyak pelaku usaha yang belum memahami tata cara penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

“Pertama, kami melakukan sosialisasi karena banyak pelaku usaha yang belum memahami bagaimana cara pelaporan realisasi investasi. Pelaporan realisasi ini dilakukan melalui sistem OSS,” sebutnya.

Untuk mengatasi hal itu, DPM-PTSP tidak hanya mengandalkan sosialisasi umum. Petugas juga turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan sekaligus pendampingan langsung kepada pelaku usaha, khususnya yang memiliki nilai investasi besar.

“Kami melakukan pengawasan langsung ke lapangan, anggota, khususnya di bidang penanaman modal, untuk melakukan pengawasan sekaligus sosialisasi secara door-to-door kepada para pelaku usaha,” imbuh Mario.

Kewajiban penyampaian LKPM ini disesuaikan dengan skala usaha masing-masing pelaku usaha, di mana pelaku usaha skala besar diwajibkan menyampaikan laporan secara berkala melalui sistem yang telah ditentukan.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: zonasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top