Imigrasi Parepare Perluas Edukasi Publik Lewat Pemberitaan, ANTARA Sulsel Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:40:01 WIB
Imigrasi Parepare dan ANTARA Sulsel menandatangani kerja sama untuk memperluas edukasi publik mengenai tugas keimigrasian.

MAKASSAR — Kepala ANTARA Biro Sulawesi Selatan menegaskan dukungannya terhadap penyebarluasan informasi positif dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare. Menurutnya, publik perlu memahami bahwa institusi ini memiliki cakupan tugas yang jauh lebih luas dari sekadar pengurusan dokumen perjalanan.

"Jadi sebenarnya Imigrasi ini tidak hanya mengurus paspor saja tapi ada juga pengawasan terhadap warga asing yang ada di Indonesia serta berbagai kegiatan lainnya. Dan informasi itu layak disebarluaskan ke masyarakat melalui pemberitaan," ujarnya saat menerima kunjungan tim Imigrasi Parepare di Makassar, Kamis.

Pengawasan Warga Asing Jadi Sorotan Utama

Pernyataan tersebut menyoroti fungsi pengawasan yang kerap luput dari perhatian warga. Padahal, aspek ini krusial di tengah meningkatnya mobilitas warga negara asing di Sulawesi Selatan, baik untuk pariwisata maupun kepentingan bisnis.

Komitmen ini bukan sekadar seremoni. Penandatanganan kerja sama yang dilakukan kedua belah pihak merupakan kelanjutan dari sinergi yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir, menandakan hubungan kelembagaan yang sudah mengakar.

Menjawab Rasa Ingin Tahu Publik

Kasi Teknologi Informasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare, Ira Hijrana, menyambut baik keberlanjutan kolaborasi ini. Ia menilai pemberitaan selama ini berperan besar dalam menjembatani informasi antara institusinya dengan masyarakat.

"Masyarakat bisa mengetahui sepak terjang Kantor Imigrasi Parepare dalam menjalankan tugasnya," kata Ira. Ia berharap sinergi ini terus berlanjut agar pemahaman publik terhadap peran dan tanggung jawab Imigrasi semakin utuh.

Pemberitaan vs Siaran Pers: Dua Pendekatan Berbeda

Kepala ANTARA Biro Sulawesi Selatan, Riski, menekankan perbedaan mendasar antara publikasi media dengan siaran pers kehumasan. Media memiliki keleluasaan untuk mengolah informasi dengan sudut pandang yang lebih mudah dicerna pembaca.

"Publikasi yang dilakukan media jauh berbeda dengan siaran pers yang dilakukan humas. Kita pasti berikan angle berbeda agar lebih mudah dipahami pembaca atau masyarakat," tutup Riski.

Ia menambahkan, pola kemitraan serupa terbuka lebar untuk instansi lain. Tujuannya jelas: mendorong keterbukaan informasi publik yang lebih sehat dan komunikatif di Sulawesi Selatan.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top