Gagal Umrah Setor Rp 90 Juta, Warga Pangkep Lapor Polisi: Travel Janji 5 Kali Berangkat tapi Tak Kunjung Ada Kabar

Penulis: Endra Sanjaya  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:41:01 WIB
Warga Pangkep melapor ke Polres Pangkep atas dugaan penipuan dana umrah Rp 90 juta oleh PT Khilwa Wisata Indonesia.

PANGKEP — Novita Suci Wulandari (38), warga Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, resmi melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah ke Polres Pangkep. Ia mengaku telah menyetor total Rp 90 juta ke PT Khilwa Wisata Indonesia, namun hingga jadwal yang dijanjikan berlalu, keberangkatan tak kunjung direalisasikan.

Dana sebesar itu disetorkan Novita secara bertahap sejak Juli hingga Agustus 2025. Pembayaran dilakukan langsung kepada pemilik travel bernama Rahma serta agen perwakilan Pangkep, Rukmawaty Muta'al, dengan rincian Rp 30 juta, Rp 40 juta, dan Rp 20 juta.

"Saya disarankan ke PT Khilwa Wisata Indonesia karena katanya sudah banyak yang diberangkatkan. Akhirnya saya ikut mendaftar untuk tiga orang," ungkap Novita saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).

Lima Kali Jadwal Berangkat Mundur, Kantor Travel Tutup

Kuasa hukum Novita, Saldin Hidayat, mengungkapkan kliennya seharusnya berangkat pada 24 Agustus 2025. Namun, pihak travel terus menunda dengan alasan yang dinilai tidak masuk akal.

Janji keberangkatan disebutkan bergeser sebanyak lima kali, mulai dari 24 Agustus, 7 September, 20 September, 27 September, hingga 4 Oktober 2025. "Semuanya nihil," tegas Saldin.

Kecurigaan korban semakin kuat setelah mendatangi kantor agen perwakilan Pangkep di kawasan Terminal Lama, tepat di bawah gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Pangkep. Kantor tersebut didapati sudah tutup dan tidak lagi beroperasi.

Somasi Diabaikan, Polisi Periksa Perwakilan Travel

Sebelum menempuh jalur hukum, Novita mengaku sudah beritikad baik dengan melayangkan tiga surat somasi. Namun, surat teguran itu diabaikan tanpa kejelasan soal jadwal keberangkatan maupun opsi pengembalian dana.

"Karena tidak ada itikad baik, kami sudah melakukan pengaduan resmi ke Polres Pangkep. Kami meminta kepolisian segera menindaklanjuti hal ini agar tidak ada korban-korban selanjutnya," ujar Saldin.

Saldin juga secara khusus meminta penyidik memeriksa agen lokal yang merekomendasikan travel tersebut kepada korban. "Dia adalah pihak yang merekomendasikan travel tersebut, sehingga otomatis harus ikut bertanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan oleh travel ini," pungkasnya.

Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Abdul Halim, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya telah memeriksa perwakilan travel di Pangkep dan mengambil keterangan pelapor.

Pemilik Travel Dikabarkan Sakit, Penyelidikan Lanjut

Halim menyebut pemeriksaan terhadap pemilik PT Khilwa Wisata Indonesia, Rahmawati, sempat terkendala. Yang bersangkutan disebut sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

"Ada rekam medik dari RSCM bahwa pemilik travel sedang dirawat karena kanker. Namun kami pastikan penyelidikan tidak berhenti," katanya.

detikSulsel telah mencoba mengonfirmasi kasus ini ke pihak travel PT Khilwa Wisata Indonesia, namun belum mendapat tanggapan hingga berita ini ditulis.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top