MAKASSAR — Pemilik sepeda motor yang kerap menunda perawatan berkala perlu waspada. Keputusan menunda servis tidak hanya menurunkan performa, tetapi berpotensi merusak sejumlah komponen vital yang saling terhubung, mulai dari sistem pembakaran hingga bagian penggerak.
Abdul Kadir Hasan, Instruktur Teknisi Astra Motor Sulawesi Selatan, menegaskan bahwa motor yang masih menyala dan bisa dipakai bukan berarti bebas dari masalah. Komponen kendaraan mengalami keausan seiring pemakaian, dan jika dibiarkan, kerusakan ringan bisa meluas ke bagian lain.
“Risiko jika menunda akan memperparah dan menambah item kerusakan karena komponen sepeda motor saling berkaitan,” kata Abdul Kadir Hasan kepada Makassar Terkini, Rabu 26 Agustus 2026.
Salah satu contoh paling umum adalah saringan udara yang sudah tidak layak pakai. Komponen ini bertugas menyaring udara sebelum masuk ke ruang bakar. Ketika kotor, proses masuknya udara ke mesin menjadi terganggu.
Akibatnya, udara kotor bercampur dengan bahan bakar dan menghasilkan karbon sisa pembakaran yang berlebihan. “Akhirnya karbon tersebut dapat masuk ke dalam mesin dan mengakibatkan kerusakan komponen mesin,” jelasnya.
Karbon yang menumpuk ini dapat menggores dinding silinder, merusak piston, hingga mengganggu kinerja ring piston. Biaya perbaikan untuk komponen internal mesin jelas jauh lebih mahal dibanding sekadar mengganti saringan udara yang tersumbat.
Selain sistem pembakaran, komponen penggerak juga menjadi korban dari perawatan yang diabaikan. Pada motor matik, bagian Continuously Variable Transmission (CVT) sangat rentan mengalami penurunan performa jika tidak dirawat rutin.
“Jika perawatan diabaikan akan berdampak pada komponen penggerak (CVT), piston dan ring piston,” ujarnya.
Debu dan kotoran yang lolos dari saringan udara bisa masuk ke area CVT dan mempercepat keausan roller serta v-belt. Hal yang sama berlaku pada piston dan ring piston yang bekerja keras setiap hari; tanpa pelumasan dan perawatan yang baik, komponen ini cepat aus dan menyebabkan tenaga motor tarikannya berat.
Abdul Kadir menekankan bahwa perawatan berkala seharusnya dilakukan sebagai langkah pencegahan, bukan hanya reaksi saat motor sudah menunjukkan gejala bermasalah. Hal ini sangat penting bagi pengendara yang mengandalkan motornya untuk aktivitas kerja sehari-hari.
“Perawatan sangat penting untuk menjaga stamina kendaraan, terutama bagi pengendara yang operasional sehari-harinya menggunakan kendaraan,” tuturnya.
Dengan mematuhi jadwal servis, potensi kerusakan berantai bisa ditekan. Kendaraan tetap nyaman digunakan dan usia pakai komponen pun lebih panjang, sehingga pengeluaran untuk perbaikan besar bisa dihindari.