GOWA — Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan TMMD ke-130, termasuk anggaran, personel, sarana prasarana, dan kebijakan. Dukungan itu disampaikan saat menerima kunjungan Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-130 Mabesad, Kolonel Inf Andi Triasmoro, di Desa Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo.
Menurut Andy, tidak semua kecamatan di Gowa kebagian program TMMD. Karena itu, warga Bontonompo diminta aktif mendukung dan membantu personel TNI di lapangan.
"Tidak semua kecamatan di Gowa mendapatkan program TMMD, sehingga masyarakat Bontonompo harus mendukung program ini. Selama ini apa yang belum dijangkau oleh pemerintah, baik kabupaten, kecamatan, maupun desa, diintervensi langsung oleh TNI melalu Kodim sebagai bentuk kolaborasi," ungkap Andy Azis.
Semangat gotong royong warga sudah terlihat dalam pembangunan jalan tani. Pekerjaan yang digarap TNI sepanjang 10 meter dilanjutkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat hingga mencapai 15 meter.
"Inilah yang kita harapkan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, TNI, dan Polri dalam penyelenggaraan pemerintahan," tambah Andy Azis.
Andy menilai TMMD tidak hanya membangun infrastruktur. Program ini juga memberi edukasi dan membantu kehidupan masyarakat setempat.
Dandim 1409/Gowa yang juga Komandan Satgas TMMD ke-130, Letkol Arm Sapari, merinci komposisi personel: 23 orang Pok Komando Satgas, 115 personel Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polresta, serta 12 personel Tim Asistensi.
Untuk sasaran fisik, Satgas mengerjakan pengerasan jalan sepanjang 2.300 meter dengan lebar 4 meter di Dusun Bontomanai, Desa Kalebarembeng. Selain itu dibangun talud sepanjang 1.750 meter dan dua plat decker.
Pengerjaan didukung alat berat berupa excavator, greder, dan bomag. Alat-alat itu dipakai memperlancar akses petani menuju lahan pertanian.
"Untuk sasaran fisik Satgas mengerjakan pengerasan jalan sepanjang 2.300 meter dengan lebar 4 meter di Dusun Bontomanai, Desa Kalebarembeng. Selain itu dibangun talud sepanjang 1.750 meter dan dua plat decker, dengan dukungan alat berat berupa excavator, greder, dan bomag untuk memperlancar akses petani menuju lahan pertanian," sebut Sapari.
Sasaran nonfisik TMMD ke-130 meliputi penyuluhan hukum, penyuluhan kesehatan, serta penyuluhan tanaman pangan dan hortikultura. Satgas juga menjalankan sejumlah program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD).
Kolonel Inf Andi Triasmoro menyampaikan TMMD bukan semata-mata pembangunan fisik. Program ini menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dan menumbuhkan semangat gotong royong.
"Kita ingin memastikan kehadiran TNI benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya selama kegiatan berlangsung, tetapi juga setelah seluruh program selesai dilaksanakan," ujarnya.
Tim Wasev hadir melihat langsung pelaksanaan program, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pencapaian sasaran, hingga penggunaan anggaran. Andi berpesan agar Satgas memperhatikan kualitas pekerjaan, meningkatkan koordinasi, mengoptimalkan kegiatan nonfisik, dan mendokumentasikan seluruh kegiatan serta administrasi secara tertib.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemkab Gowa baik berupa anggaran, personel, sarana prasarana, dan kebijakan, serta partisipasi masyarakat dalam gotong royong. Semoga seluruh personel tetap menjaga semangat, disiplin, dan sikap humanis sesuai motto Kodam XIV/Hasanuddin," harapnya.