MAKASSAR — Kontingen Sulawesi Selatan turun di tujuh nomor pertandingan pada Kejurnas Gateball XIII yang mempertemukan atlet dari berbagai provinsi. Pendampingan dilakukan Hasbi Syamsu Ali sebagai Ketua Pengprov Pergatsi Sulsel, bukan sekadar kehadiran seremonial.
Kejurnas tahun ini diikuti 747 atlet dari 28 provinsi. Ajang dibuka resmi oleh Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, dengan kehadiran Ketua Umum PB Pergatsi Diana Kusumastuti, Ketua Harian PB Pergatsi Khalawi Abdul Hamid, dan Ketua Panitia Yuslan.
Kontingen Sulsel berlaga di tiga kategori yang terbagi dalam tujuh nomor. Kategori tunggal mencakup tunggal putra dan tunggal putri, sementara kategori campuran memuat double campuran, triple campuran, dan beregu campuran.
Pada kategori putra, atlet Sulsel mengikuti nomor triple putra dan beregu putra. Ketujuh nomor itu dipakai menguji kemampuan teknis, kekompakan tim, serta kesiapan mental menghadapi lawan dari daerah lain.
Hasbi menegaskan pendampingan langsung merupakan bentuk komitmen pengurus daerah terhadap atlet yang membawa nama Sulawesi Selatan.
"Kehadiran kami di sini adalah wujud komitmen penuh untuk mengawal perjuangan para atlet yang membawa nama baik Sulawesi Selatan. Kejurnas ini merupakan ajang pembuktian dari pembinaan yang telah kita lakukan secara konsisten," ujar Hasbi.
Ia berharap atlet memanfaatkan kejurnas untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan menjaga sportivitas. Menurutnya, hasil pertandingan akan menjadi bahan evaluasi pengurus untuk melihat perkembangan kemampuan atlet dan menentukan langkah pembinaan berikutnya.
Hasbi menempatkan Kejurnas Gateball XIII sebagai salah satu pijakan mematangkan persiapan menuju Pra-PON 2028. Evaluasi penampilan atlet di Cibubur diharapkan membantu Pergatsi Sulsel menyusun program pembinaan yang lebih terarah.
"Ini adalah langkah awal yang sangat penting. Melalui evaluasi dari kejurnas ini, kita akan terus mematangkan kesiapan atlet demi menghadapi Babak Kualifikasi PON XXII/2028 NTT–NTB mendatang," tegasnya.
Babak kualifikasi tersebut akan berlangsung di dua provinsi tuan rumah, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Sulsel perlu menyiapkan atlet sejak sekarang agar daya saing tetap terjaga di level nasional.
PB Pergatsi menargetkan kejurnas sebagai sarana penjaringan atlet potensial untuk turnamen internasional di India, Hong Kong, Thailand, dan Australia. Agenda lain yang diperjuangkan adalah diplomasi olahraga agar gateball dipertandingkan pada SEA Games 2027 di Malaysia dan SEA Games 2029 di Singapura.
Indonesia juga direncanakan menjadi tuan rumah kejuaraan South East Asia Gateball pada Mei 2027. Bagi Pergatsi Sulsel, rangkaian agenda itu membuka peluang atlet daerah menambah pengalaman dan meningkatkan daya saing.
Penguatan pembinaan dan evaluasi hasil kompetisi tetap menjadi fondasi utama. Hasbi berharap kontingen Sulsel tampil maksimal di Cibubur, lalu membawa pengalaman itu sebagai bekal memperkuat kesiapan menghadapi Pra-PON 2028.