MAROS — Ketua DPD ABUJAPI Sulsel Hariman Tendean memimpin langsung kunjungan ke rumah Hamdi Hamzah, didampingi sejumlah pengurus. Bantuan sembako diserahkan sebagai bentuk solidaritas dan kekeluargaan sesama insan pengamanan. Hamdi sebelumnya menjabat sebagai anggota satuan pengamanan di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros.
Dalam pertemuan itu, Hariman menyampaikan pesan agar pengalaman yang dialami Hamdi tidak dipandang sebagai akhir perjalanan hidup maupun karier di dunia pengamanan.
"Peristiwa yang menimpa saudara Hamdi Hamzah ini merupakan sebuah cobaan, jangan dibawa sebagai musibah. Ini justru menjadi titik awal menuju kesuksesan," ujar Hariman.
Ia berharap Hamdi tetap tegar dan menjaga semangat. Menurut Hariman, peristiwa tersebut bisa menjadi momentum untuk bangkit serta membuka peluang baru dalam kehidupannya.
Dukungan serupa datang dari Ketua DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Sulsel, Muh. Triyono Lamappaenre. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Triyono mengajak seluruh anggota satpam di Sulawesi Selatan tetap optimistis dan profesional dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, tindakan seorang satpam dalam menjalankan pengamanan tidak bisa dinilai secara sepihak tanpa melihat aturan dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di tempat penugasannya.
"Hamdi Hamzah bisa saja disebut arogan dalam bertugas, namun perlu diketahui dalam tugas satpam ada SOP pengguna jasa satpam. Jadi, apa pun itu, satpam bertindak sesuai dengan SOP tempatnya bertugas. Fungsi satpam memang menjadi garda terdepan dalam pengamanan wilayah sekitar tempatnya bertugas," jelas Triyono.
Triyono menegaskan, pengalaman yang dialami Hamdi tidak seharusnya membuatnya kehilangan semangat. Peristiwa itu, katanya, harus menjadi kekuatan untuk memperbaiki diri dan kembali bangkit.
Hamdi menyampaikan terima kasih kepada ABUJAPI Sulsel, APSI Sulsel, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepadanya. Pasca-pengunduran diri dari RSUD dr. La Palaloi, ia mengaku tidak ingin larut dalam keadaan.
Hamdi memilih tetap produktif dengan menerima pekerjaan membuat kandang ayam pesanan rekannya. Ia juga bekerja sebagai tenaga pencucian dan perawatan AC. Kedua pekerjaan itu menjadi aktivitasnya sembari mengisi kekosongan setelah tidak lagi bertugas sebagai satpam.
Meski demikian, Hamdi belum menutup pintu untuk kembali menekuni profesi yang selama ini digelutinya. Ia bertekad kembali ke dunia jasa pengamanan setelah menyelesaikan pekerjaan yang sedang ditanganinya.
"Untuk saat ini saya fokus dulu menyelesaikan pesanan kandang ayam dan pekerjaan pencucian AC. Insyaallah, setelah semuanya selesai, saya akan kembali ke dunia jasa pengamanan atau satpam," ungkap Hamdi.
Hamdi menitipkan pesan kepada seluruh rekan seprofesinya agar tetap bekerja secara profesional dan berpegang teguh pada SOP perusahaan maupun ketentuan pengguna jasa.
"Pesan saya kepada saudara-saudariku seprofesi satpam, tetaplah bekerja sesuai Standard Operating Procedure (SOP). Meskipun ada yang mengatakan kita salah, sepanjang SOP tidak dilanggar, tetap semangat dalam menjalankan tugas," pesannya.
Hamdi turut menyampaikan salam kepada seluruh insan satuan pengamanan di Sulawesi Selatan.