Bupati Tana Toraja Buka Pelatihan Desa Siaga Bencana, 120 Warga Mengkendek Dilatih Mitigasi dan Evakuasi

Penulis: Aditya Nugraha  •  Jumat, 06 November 2026 | 10:02:01 WIB
Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg membuka pelatihan Desa Siaga Bencana bagi 120 warga Kelurahan Mengkendek.

TANA TORAJA — Pelatihan yang berlangsung dua hari itu menyasar warga Kelurahan Mengkendek sebagai wilayah sasaran program. Materi disampaikan oleh empat lembaga berbeda: PLN UID Sulselrabar, BPBD Kabupaten Tana Toraja, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi, serta GPPN Tana Toraja.

Peserta tidak hanya menerima teori. Mereka mengikuti praktik dan simulasi tanggap darurat untuk memperkuat Tim Tanggap Darurat berbasis masyarakat.

Materi Keselamatan Listrik hingga Karhutla

PLN UID Sulselrabar membawakan materi keselamatan ketenagalistrikan dalam kondisi bencana dan keadaan darurat. BPBD Tana Toraja menyampaikan materi mitigasi, penanganan awal kebakaran, prosedur evakuasi, dan koordinasi darurat.

Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi mengisi sesi pencegahan karhutla berbasis masyarakat. GPPN Tana Toraja membahas peran relawan dan kepedulian sosial dalam membangun masyarakat tangguh bencana.

Pelatihan ini menyasar penguatan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran yang meningkat pada musim kemarau.

Kelompok Rentan Jadi Perhatian Program

Program Desa Siaga Bencana menempatkan kebutuhan kelompok rentan sebagai bagian dari perencanaan. Perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas masuk dalam pertimbangan kesiapsiagaan.

Tujuannya agar kemampuan mengenali potensi bahaya, melakukan respons awal dengan aman, dan berkoordinasi saat darurat tidak hanya dimiliki warga usia produktif.

Bupati Lepas Tim Reaksi Cepat

Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg menghadiri kegiatan sekaligus membuka pelatihan. Ia juga melepas Tim Reaksi Cepat untuk mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat di wilayah sasaran.

"Kesiapsiagaan bencana perlu dibangun bersama dan dimulai dari masyarakat. Kami mengapresiasi dukungan PLN, GPPN, BPBD, dan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi dalam memberikan pembekalan serta sarana kepada warga Mengkendek," ujar Zadrak Tombeg.

Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta terus diterapkan dan dibagikan kepada warga lain.

Tujuh Tandon Air dan 100 Paket Sembako

PLN bersama para pihak menyalurkan tujuh tandon air ke sejumlah titik di wilayah program. Kegiatan sosial juga mencakup distribusi air bersih dan penyaluran 100 paket sembako.

General Manager PLN UID Sulselrabar Didik Wicaksono menyatakan penguatan kesiapsiagaan masyarakat memerlukan dukungan pengetahuan, sarana, dan kerja sama lintas pihak.

"Melalui Program Desa Siaga Bencana, PLN mendukung penguatan kapasitas masyarakat sekaligus penyediaan sarana kesiapsiagaan. Kami berharap Tim Tanggap Darurat dapat terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait, serta menjaga agar sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan," kata Didik.

Program Desa Siaga Bencana merupakan bagian dari komitmen PLN melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Edukasi, latihan, dan pemeliharaan sarana diharapkan berlanjut berkala agar kesiapsiagaan menjadi bagian dari kehidupan warga Mengkendek.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: republiknews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top