MAKASSAR — Instruktur Safety Riding Astra Motor Sulawesi Selatan, Wanny Dewa, menyebut edukasi keselamatan menjadi bagian penting sebelum peserta mengikuti aktivitas berkendara di jalur off-road. Pembekalan bagi peserta yang baru mengenal off-road dilakukan lebih intensif, sementara pengendara berpengalaman tetap mendapat penguatan pada aspek keselamatan yang kerap dianggap sepele.
Karakter lintasan off-road berbeda jauh dengan jalan raya. Pengendara perlu menguasai teknik pengendalian sepeda motor, penguasaan medan, dan penggunaan perlengkapan keselamatan. Tanpa pembekalan itu, risiko kecelakaan di lintasan meningkat.
Wanny menjelaskan, banyak pengendara trail menganggap remeh perlengkapan karena merasa sudah terbiasa melintasi medan berat. Padahal perlindungan menyeluruh tetap jadi syarat utama sebelum berkendara.
Pengendara motor trail membutuhkan perlindungan lebih menyeluruh dibanding berkendara harian. Perlengkapan tersebut mencakup:
Wanny menegaskan, penggunaan perlengkapan keselamatan bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting untuk melindungi pengendara dari berbagai potensi bahaya di lintasan.
Asmo Sulsel menempatkan pengasahan kemampuan sebagai prioritas sebelum peserta menjajal lintasan. Peserta diajak mengenali medan, menambah ilmu, dan melengkapi perlengkapan berkendara.
"Yang utama adalah mengasah skill terlebih dahulu, belajar mengenali medan, menambah ilmu, dan yang terpenting melengkapi perlengkapan berkendara. Tujuannya agar kita terhindar dari kecelakaan karena tidak menggunakan perlengkapan atau tidak mempelajari medan," jelas Wanny.
Pelatihan bagi komunitas Honda CRF menjadi salah satu jalur Asmo Sulsel menanamkan budaya keselamatan berkendara. Edukasi menyasar pengendara sehari-hari hingga pengguna motor yang aktif di kegiatan off-road.