Pencarian

Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Latih 30 Pelaku UMKM di Wajo Gunakan QRIS dan Branding Digital

Rabu, 13 Mei 2026 • 16:03:01 WIB
Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Latih 30 Pelaku UMKM di Wajo Gunakan QRIS dan Branding Digital
Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar melatih 30 pelaku UMKM Desa Nepo menggunakan QRIS dan branding digital.

WAJO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menyasar langsung para pedagang di beberapa titik usaha di Desa Nepo. Mereka tidak sekadar memberi teori, tapi turun tangan mendaftarkan pelaku UMKM ke sistem pembayaran digital Bank Indonesia.

Andi Muhammad Fajri, narasumber kegiatan, mengatakan adaptasi terhadap teknologi digital menjadi kunci bagi UMKM desa agar bisa bersaing. “Penggunaan QRIS dapat mempermudah transaksi sekaligus mengurangi risiko peredaran uang palsu sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dari Foto Produk hingga Strategi Promosi

Selain urusan pembayaran, mahasiswa KKN juga menggelar pelatihan branding. Para peserta diajari cara membuat nama usaha yang mudah diingat, mendesain logo sederhana, hingga teknik memotret produk agar terlihat menarik di Instagram dan Facebook.

Materi promosi digital lewat WhatsApp Business juga masuk dalam sesi pelatihan. Tujuannya, jangkauan pemasaran tidak lagi terbatas pada tetangga atau pasar tradisional di Tanasitolo.

Antusiasme Warga dan Dampak Langsung

Kegiatan berlangsung interaktif. Beberapa pelaku usaha langsung mencoba mempraktikkan cara mengunggah foto produk ke media sosial dengan pendampingan mahasiswa. Panitia menyebut program ini menjadi langkah nyata pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi.

“Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas dan keberlanjutan UMKM masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujar panitia.

Desa Nepo sendiri selama ini dikenal sebagai sentra produksi makanan olahan skala rumah tangga. Dengan adanya QRIS dan kemampuan branding digital, para pelaku UMKM diharapkan bisa menembus pasar yang lebih luas tanpa harus meninggalkan kampung halaman.

Bagikan
Sumber: matakita.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks