Pencarian

Iming-iming Gaji Besar, Loker Babysitter di Facebook Jadi Modus Baru Penyekapan dan Pemerkosaan di Sulsel, Mahasiswi Jadi Korban

Jumat, 22 Mei 2026 • 14:24:43 WIB
Iming-iming Gaji Besar, Loker Babysitter di Facebook Jadi Modus Baru Penyekapan dan Pemerkosaan di Sulsel, Mahasiswi Jadi Korban
Penawaran kerja babysitter di Facebook jadi modus penipuan dan kekerasan seksual di Sulsel.

MAKASSAR — Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DPPPA Dalduk KB Sulsel, Meisy Papayungan, mengungkapkan bahwa kasus yang menimpa MA menjadi alarm baru bagi masyarakat. Korban yang mengenal pelaku melalui Facebook dijanjikan pekerjaan sebagai pengasuh anak di Sulsel, namun sesampainya di lokasi, ia justru disekap dan diperkosa.

Mengapa Loker Babysitter Jadi Modus yang Licin?

Menurut Meisy, profesi babysitter selama ini tidak pernah dicurigai sebagai kedok kejahatan. "Nah kemarin itu untuk menjadi babysitter kan mungkin belum dicurigain ya, karena modusnya belum banyak yang menawarkan pekerjaan itu dan ternyata lolos," ungkapnya, Kamis (21/5/2026).

Pelaku biasanya memikat korban dengan nominal gaji yang jauh di atas kewajaran. Bagi mereka yang sedang terdesak kebutuhan ekonomi, tawaran semacam itu menjadi umpan yang sangat menggiurkan. "Karena misalnya ada penawaran gaji yang agak di atas, atau jauh lebih tinggi dari kenormalan, please tolong hati-hati, konfirmasi dulu, cross-check dulu," tegas Meisy.

Siapa yang Paling Rentan Terjebak?

Perempuan muda yang aktif mencari kerja melalui media sosial menjadi sasaran utama. Meisy menekankan pentingnya literasi digital dan sikap kritis sebelum menerima tawaran pekerjaan. "Harusnya kita punya kewaspadaan dong, kita harus tahu dulu siapa pemberi kerja, kemudian bagaimana pekerjaannya, sekarang kita harus mulai belajar kritis lah," ujarnya.

Modus penipuan lowongan kerja melalui media online, kata Meisy, memiliki banyak versi. Ancaman terbesar dari semua modus itu adalah eksploitasi seksual terhadap korban yang terjebak.

Kekerasan Seksual Tak Pernah Terjadi Mendadak

Meisy juga membagikan pengalaman menangani kasus serupa di lingkungan kerja. Ia menjelaskan, kekerasan seksual biasanya melalui tahapan manipulatif, mulai dari sentuhan fisik ringan yang sering dianggap biasa oleh korban.

"Nah di beberapa kasus kami juga ada menangani pernah dia melaporkan di tempat kerja, dia merasa sering dicolek, sering diajak ke tempat-tempat yang tidak terkena oleh CCTV dan sebagainya," ceritanya.

Ia mengakui, kasus pelecehan fisik di lingkungan kerja sulit dibuktikan secara hukum jika lokasi kejadian tidak terjangkau kamera pengawas. Meski demikian, ia mengapresiasi korban yang berani melapor sebagai upaya mencegah kejadian yang lebih fatal.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menerima Tawaran Kerja?

Meisy menekankan perlunya pengecekan berlapis atau check and recheck terhadap setiap informasi lowongan kerja. "Nah yang memang penting sekali itu adalah literasi kepada masyarakat, termasuk misalnya perempuan-perempuan muda untuk betul-betul check dan recheck gitu," katanya mengingatkan.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada tawaran pekerjaan dengan gaji besar yang tidak masuk akal, terutama jika proses rekrutmen hanya melalui pesan singkat atau media sosial tanpa verifikasi perusahaan yang jelas.

Bagaimana cara melaporkan jika menemukan tawaran kerja mencurigakan?

Korban atau masyarakat yang menemukan indikasi penipuan lowongan kerja dapat melapor ke kantor DPPPA Dalduk KB terdekat atau melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di kepolisian setempat. Dinas terkait juga membuka layanan pengaduan untuk kasus kekerasan dan eksploitasi seksual.

Apakah ada sanksi hukum bagi pelaku penipuan loker palsu?

Pelaku dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait penipuan, serta Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) jika terbukti melakukan eksploitasi seksual. Hukumannya bervariasi, mulai dari kurungan penjara hingga denda miliaran rupiah.

Bagikan
Sumber: makassar.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks