MAROS — Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, saat api melumat habis sebuah rumah panggung di Dusun Sakeang. Api diduga berasal dari korsleting listrik dan membesar dengan cepat sekitar pukul 01.00 Wita.
Orang Tua Panik, Lupa Selamatkan Anak di Kamar
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Maros, Jufri Samad, mengungkapkan bahwa saat kebakaran terjadi, korban sedang tertidur lelap di dalam kamar. "Korban itu sedang tertidur karena ini kejadian di sekitar jam 1 (dini hari)," ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
Sementara itu, ayah korban, Jirman, dan anggota keluarga lainnya disebut sedang asyik menonton siaran Piala Dunia. Ketika api mulai membesar, mereka berhamburan keluar rumah dalam kepanikan. "Tidak ada itu anak saat keluar. Jadi mereka dalam keadaan panik karena kebakaran, mereka tidak sadar spontan (keluar), dia lupa orang," kata Jufri.
Korban Ditemukan di Dalam Kamar, Satu Motor Hangus
Tim pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi berhasil memadamkan api, namun nahas bagi CAJ. Petugas menemukan jasad balita tersebut di dalam kamar dalam kondisi meninggal dunia. "Korban ditemukan di dalam kamar posisinya," tutur Jufri.
Selain korban jiwa, keluarga juga tidak sempat menyelamatkan harta benda. Satu unit sepeda motor milik keluarga turut hangus terbakar karena api menjalar begitu cepat. "Tidak sempat (diselamatkan korban), dilupa diselamatkan, motornya juga dia lupa untuk selamatkan. Dia (orang tuanya) itu keasyikan nonton bola juga," Jufri menambahkan.
Tim Investigasi Turun ke Lokasi, Fokus pada Korsleting
Dari peristiwa ini, tiga anggota keluarga lainnya berhasil selamat. Jufri Samad memastikan pihaknya telah menurunkan tim investigasi untuk mendalami penyebab pasti kebakaran. "Kami turunkan tim investigasi dari pemadam, ada 12 orang ke lokasi untuk datanya lebih konkret lagi," pungkasnya.
Kebakaran ini menjadi pengingat tragis akan risiko kelalaian saat terjadi situasi darurat. Pihak Damkarmat Maros mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap instalasi listrik rumah dan memastikan jalur evakuasi aman, terutama saat malam hari. Peristiwa di Tompobulu ini menambah catatan duka di Sulawesi Selatan akibat kebakaran rumah yang kerap memakan korban jiwa.