SIDRAP — Ambisi besar tengah dikejar Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang di luar sektor pertanian yang selama ini menjadi identitas utama daerah. Bupati Syaharuddin Alrif membuka peta jalan transformasi kesehatan yang menargetkan peningkatan kelas tiga rumah sakit daerah secara bertahap.
Target itu disampaikan Syaharuddin saat menghadiri ramah tamah Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulawesi Selatan di Wisma Labugis, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Sabtu malam (1/8/2026). Di hadapan para dokter spesialis anak, ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya diukur dari produksi pangan.
Rp52 Miliar untuk Jaminan Kesehatan Warga
Untuk memastikan warga tidak lagi menunda berobat karena persoalan biaya, Pemkab Sidrap mengucurkan anggaran Rp52 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat yang belum terdaftar.
“Kami ingin masyarakat tidak lagi khawatir berobat,” ujar Syaharuddin.
Bagi pemerintah daerah, kesehatan ditempatkan sebagai investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia, bukan sekadar pelayanan dasar. Sektor ini menjadi salah satu prioritas dalam 14 program unggulan yang mulai direalisasikan selama satu tahun kepemimpinannya.
Kekurangan Dokter Spesialis Anak Jadi Pekerjaan Rumah
Syaharuddin mengakui keterbatasan dokter spesialis anak masih menjadi tantangan serius. Ia mengaku telah mengajukan penambahan tenaga medis spesialis sekaligus mendorong dokter asal Sidrap untuk melanjutkan pendidikan spesialisasi.
“Saya sudah mengajukan penambahan dokter spesialis anak di Sidrap. Kami juga terus mendorong dokter-dokter untuk melanjutkan pendidikan spesialis,” katanya.
Kehadiran dokter spesialis dinilai krusial untuk memperkuat layanan kesehatan anak di 14 puskesmas dan tiga rumah sakit yang tersebar di kabupaten ini.
Rumah Sakit Tipe C Menuju Tipe B
Saat ini Sidrap memiliki tiga rumah sakit berstatus tipe C. Syaharuddin ingin seluruhnya perlahan naik kelas menjadi tipe B agar pelayanan yang tersedia semakin lengkap.
“Rumah sakit membutuhkan penanganan yang serius. Sarana, fasilitas, dan pelayanannya harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Jika target ini tercapai, warga Sidrap tidak perlu lagi banyak bergantung pada layanan kesehatan di kabupaten atau kota lain untuk mendapatkan penanganan yang lebih lengkap.
IDAI: Sidrap Mulai Tunjukkan Perubahan
Ketua IDAI Cabang Sulawesi Selatan, dr. Idham Jaya Ganda, menilai komitmen Pemkab Sidrap terhadap sektor kesehatan patut diapresiasi. Ia menyoroti capaian penurunan stunting sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah.
Menurutnya, Sidrap yang selama ini dikenal kuat di sektor pertanian kini mulai menunjukkan perkembangan signifikan di sektor kesehatan. Perubahan ini dinilai penting karena masa depan daerah ditentukan oleh kualitas anak-anaknya.
Dari tanah yang selama ini subur menghasilkan pangan, Sidrap kini ingin membuktikan bahwa wilayahnya juga mampu melahirkan generasi yang sehat dan unggul.