Pencarian

Kesuburan Perempuan Menurun di Usia 35 Tahun, Ini Penyebab dan Cara Menjaganya

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 06:42:31 WIB
Kesuburan Perempuan Menurun di Usia 35 Tahun, Ini Penyebab dan Cara Menjaganya
Penurunan kesuburan pada perempuan di usia 35 tahun disebabkan oleh berkurangnya cadangan dan kualitas sel telur.

SULAWESI SELATAN — Menjadi ibu di usia 35 tahun ke atas bukanlah hal yang mustahil, tapi Bunda perlu memahami perubahan yang terjadi pada tubuh. Penurunan kesuburan ini bukan mitos belaka, melainkan proses biologis yang sudah terdokumentasi dalam berbagai studi medis.

Cadangan Sel Telur yang Kian Menipis

Berbeda dengan pria yang terus memproduksi sperma, perempuan lahir dengan jumlah sel telur yang sudah ditentukan. Saat lahir, seorang bayi perempuan memiliki sekitar satu hingga dua juta sel telur di dalam ovariumnya. Jumlah ini akan berkurang seiring waktu hingga mencapai sekitar 300.000 saat pubertas.

Memasuki usia 35 tahun, proses pematangan dan pelepasan sel telur setiap bulan membuat cadangan ini semakin menipis dengan cepat. Penurunan jumlah ini secara langsung memengaruhi peluang terjadinya pembuahan setiap siklus menstruasi.

Kualitas Sel Telur dan Risiko Kelainan Kromosom

Selain kuantitas, kualitas sel telur juga menjadi faktor penentu. Sel telur yang dihasilkan oleh perempuan di usia lebih muda cenderung lebih sehat. Seiring bertambahnya usia, proses pembelahan sel saat ovulasi lebih berisiko mengalami kesalahan, yang bisa menyebabkan kelainan kromosom pada janin.

Inilah yang menjelaskan mengapa risiko keguguran dan kelainan genetik seperti Down Syndrome meningkat seiring bertambahnya usia ibu. Penuaan sel telur adalah proses alami yang tidak bisa dihentikan, namun bisa diantisipasi dengan persiapan yang matang.

Menjaga Peluang Kehamilan Sehat Setelah Usia 35 Tahun

Kabar baiknya, penurunan ini bukan berarti akhir dari harapan. Gaya hidup sehat terbukti membantu menjaga kesehatan ovarium dan kualitas sel telur. Konsumsi makanan bergizi seimbang, kelola stres dengan baik, serta hindari rokok dan alkohol adalah langkah awal yang bisa dilakukan.

Bagi Bunda yang berencana hamil di usia ini, penting untuk tidak menunda terlalu lama. Konsultasi dengan dokter kandungan sejak dini dapat membantu memetakan kondisi kesehatan reproduksi. Pemeriksaan seperti AMH (Anti-Müllerian Hormone) bisa memberikan gambaran tentang cadangan sel telur yang tersisa.

Jika setelah enam bulan mencoba belum berhasil, jangan ragu untuk meminta bantuan medis. Semakin cepat mendapat penanganan, semakin banyak pilihan perawatan kesuburan yang bisa dipertimbangkan. Pendekatan proaktif ini jauh lebih baik daripada menunggu dan berharap tanpa informasi yang jelas.

Kapan Harus Lebih Waspada?

Perhatikan siklus menstruasi Bunda. Jika siklus menjadi tidak teratur atau terjadi perubahan signifikan, ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan ovulasi. Nyeri hebat saat menstruasi atau rasa tidak nyaman di area panggul juga perlu dikonsultasikan lebih lanjut.

Riwayat medis keluarga juga penting untuk dibicarakan dengan dokter. Jika ada riwayat menopause dini atau gangguan kesuburan dalam keluarga, peluang Bunda untuk mengalami hal serupa bisa lebih tinggi. Deteksi dini memberikan keuntungan besar dalam merencanakan langkah selanjutnya.

Memiliki anak di usia 35 tahun ke atas memang membutuhkan perencanaan yang lebih ekstra, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Dengan pemahaman yang benar dan dukungan medis yang tepat, Bunda tetap bisa mewujudkan impian memiliki buah hati.

Follow www.topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks