Pencarian

HP dan Asus Pindahkan Produksi PC Kembali ke China, Biaya Komponen Melonjak

Rabu, 04 November 2026 • 10:09:31 WIB
HP dan Asus Pindahkan Produksi PC Kembali ke China, Biaya Komponen Melonjak
HP dan Asus memindahkan sebagian produksi PC dari Thailand dan Vietnam kembali ke China akibat lonjakan harga komponen.

SULAWESI SELATAN — HP dan Asus mulai memindahkan sebagian produksi PC dari Thailand dan Vietnam kembali ke China setelah harga komponen seperti memori dan CPU melonjak akibat gelombang AI. Langkah ini membalik sebagian strategi China+1 yang dijalankan industri sejak perang dagang AS-China, dan diperkirakan menekan porsi produksi notebook di luar China dari 24% menjadi 21% pada 2026.

Produsen kontrak China seperti Luxshare dan Huaqin Technology kini kebanjiran order perakitan PC dari merek-merek besar. Salah satu eksekutif pemasok komponen mengungkapkan bahwa pergeseran ini murni didorong tekanan biaya, bukan strategi jangka panjang.

"The move is really driven by cost pressures," ujar eksekutif industri chip yang memasok seluruh produsen PC utama, seperti dikutip Nikkei Asia. Ia menambahkan harga naik tajam bukan hanya untuk memori, tetapi juga komponen lain, sehingga produsen kontrak China menang terutama karena bisa menawarkan harga lebih murah.

Berapa Besar Kenaikan Biaya Komponen?

Data TrendForce menunjukkan prosesor, DRAM, dan SSD menyumbang sekitar 68% dari bill of materials (BOM) notebook mainstream pada kuartal III 2026. Angka itu melonjak dari sekitar 45% pada kuartal I 2025.

Omdia melihat tren serupa dari sisi lain: memori dan penyimpanan naik dari sekitar 15% menjadi sekitar 40% dari total harga PC. Artinya, memindahkan lokasi perakitan tidak serta-merta menurunkan harga DRAM, karena biaya chip tetap sama di mana pun PC dirakit.

Mengapa Produsen China Lebih Menarik?

Produsen kontrak China menawarkan akses lebih baik ke chip memori buatan lokal sebagai nilai jual. TrendForce mencatat mereka juga membebaskan biaya engineering dan tooling untuk menarik order.

HP, Asus, dan Acer sudah mengkualifikasi DRAM dari CXMT sekitar pertengahan 2026 dan mulai mengirimkannya dalam volume kecil, pada sejumlah notebook yang dijual di luar Amerika Serikat. Analis Counterpoint, Ivan Lam, menyebut China juga masih unggul di komponen periferal dan struktural yang belum bisa disamai negara lain.

Posisi ODM Taiwan Mulai Tergerus

Quanta, Compal, Inventec, dan Foxconn yang lama mendominasi perakitan PC kini memfokuskan kapasitas ke server AI bermargin lebih tinggi. Server menyumbang lebih dari 80% pendapatan Quanta pada kuartal II 2026.

Pada September, Quanta dilaporkan menghentikan produksi notebook HP sekitar sepekan setelah negosiasi harga buntu, dan baru melanjutkan setelah eksekutif senior HP menyetujui penyesuaian biaya. Kedua perusahaan tidak mengonfirmasi laporan tersebut.

Dampak ke Pemasok di Asia Tenggara

Pemasok yang lebih dulu mengikuti merek ke Thailand dan Vietnam kini menanggung beban. Seorang manajer pemasok komponen PC mengungkapkan perusahaannya membangun dua lini produksi baru di Thailand untuk pelanggan PC, tetapi order besar justru kembali ke China.

"Those two lines have not yet turned profitable," katanya, seraya menambahkan perusahaan tidak tahu kapan order tersebut kembali.

Pasar PC Global Sedang Tertekan

IDC mencatat pengiriman PC global turun 20,1% year on year menjadi 62,7 juta unit pada kuartal III 2026. HP mengalami penurunan terparah di antara lima vendor teratas, yakni 30,9%, sementara Asus hanya turun 8,6%.

SK hynix memperkirakan permintaan memori melebihi pasokan hingga 2030. CFO Intel David Zinsner menegaskan, "Make no mistake, we are not optimistic about next year in terms of memory."

Chairman dan CEO Acer, Jason Chen, memperkirakan harga PC rata-rata naik 5% hingga 20% pada kuartal IV 2026. Ia tetap yakin kenaikan itu tidak berlangsung sampai 2030 dan harga mulai melandai pada pertengahan 2027.

Bagi konsumen Indonesia yang berencana membeli laptop baru, kenaikan harga komponen ini berpotensi membuat harga PC impor ikut naik dalam beberapa bulan ke depan. Produsen memilih efisiensi untuk menjaga margin, bukan menurunkan harga jual.

Follow www.topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks