Mahasiswa UMPalopo Edukasi Warga Kalpataru Luwu Timur Anti Phising

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 03 Mei 2026 | 00:18:01 WIB
Mahasiswa UMPalopo dan Polsek Tomoni mengedukasi warga Kalpataru tentang bahaya phishing.

LUWU TIMUR — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo) menyelenggarakan seminar edukasi anti-phishing bagi warga Desa Kalpataru, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur. Agenda yang berlangsung pada Kamis (30/4/2026) ini difokuskan pada penguatan literasi digital masyarakat perdesaan.

Bertempat di balai desa setempat, puluhan warga mendapatkan pemaparan langsung mengenai risiko kebocoran data. Kolaborasi dengan aparat kepolisian menjadi poin krusial untuk membedah modus operandi kejahatan siber yang kian beragam dan menyasar pengguna telepon seluler tanpa pandang bulu.

Gandeng Polsek Tomoni Bedah Modus Penipuan Digital

Tim mahasiswa KKN-T UMPalopo melibatkan personel Polsek Tomoni sebagai pemateri utama. Langkah ini diambil agar masyarakat mendapatkan perspektif hukum dan teknis yang akurat mengenai ancaman di ruang digital. Penjelasan materi mencakup dua sisi mata uang kemudahan teknologi: efisiensi aktivitas harian dan ancaman kerugian finansial akibat kelalaian.

Masyarakat diajak mengenali ciri-ciri tautan palsu atau pesan singkat yang mencoba mencuri informasi kredensial perbankan maupun media sosial. Edukasi ini ditekankan pada perilaku cerdas saat menerima informasi dari sumber yang tidak dikenal. Kesadaran untuk tidak sembarangan memberikan kode OTP atau data pribadi menjadi inti dari sesi penyuluhan tersebut.

Melalui kolaborasi ini, warga Desa Kalpataru kini memiliki panduan praktis untuk membedakan antara layanan digital resmi dan upaya penipuan. Penggunaan teknologi secara bertanggung jawab diharapkan menjadi budaya baru di lingkungan perdesaan yang kini mulai terpapar arus digitalisasi masif.

Pemerintah Desa Kalpataru Tekankan Pentingnya Privasi Data

Kepala Desa Kalpataru, Sampe Tunggala, S.AN., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang dibawa oleh para mahasiswa. Menurutnya, pemahaman mengenai keamanan data merupakan kebutuhan mendesak bagi warga di tengah ketergantungan pada perangkat digital untuk berbagai urusan administratif dan ekonomi.

“Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi inisiatif yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T. Kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi zaman sekarang,” ujar Sampe Tunggala di sela-sela kegiatan.

Sampe menekankan bahwa pengetahuan yang dibagikan harus menjadi bekal proteksi diri bagi masyarakat. Ia berharap warga semakin waspada dan tidak mudah tergiur oleh tawaran-tawaran di internet yang berpotensi merugikan privasi keluarga maupun keamanan finansial mereka.

“Harapan kami, ilmu dan pengetahuan yang telah disampaikan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh warga, serta semakin meningkatkan kesadaran kita bersama akan pentingnya menjaga privasi dan keamanan data di era serba digital ini,” imbuhnya.

Langkah Strategis Mahasiswa UMPalopo Perkuat Literasi Warga

Koordinator KKN-T Universitas Muhammadiyah Palopo, Muh. Ramadhan Septa P., menjelaskan bahwa seminar ini merupakan respons nyata terhadap kerentanan masyarakat desa terhadap serangan siber. Baginya, teknologi adalah alat yang harus dikuasai, bukan justru menjadi celah yang merugikan pengguna.

“Kami ingin menyadarkan sepenuhnya kepada masyarakat, khususnya warga Desa Kalpataru, bahwa kemajuan teknologi bukan hanya membawa kemudahan, namun juga menyimpan risiko yang bisa menjadi ancaman bagi siapa saja tanpa memandang usia atau latar belakang,” tutur Ramadhan.

Seminar ini diposisikan sebagai solusi edukatif agar warga lebih sigap menghadapi tantangan zaman. Mahasiswa berupaya menjembatani kesenjangan informasi antara masyarakat perkotaan dan perdesaan dalam hal keamanan siber. Bekal praktis yang diberikan diharapkan dapat tersebar lebih luas melalui interaksi antarwarga pasca-kegiatan.

Program pengabdian masyarakat ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa UMPalopo untuk mengaplikasikan disiplin ilmu mereka secara langsung. Keberhasilan seminar di Desa Kalpataru menjadi bukti kontribusi akademisi dalam membangun ketahanan digital di tingkat akar rumput.

Reporter: Redaksi
Back to top