MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan langkah taktis untuk memperluas area pemakaman dengan membidik lahan di Desa Benteng Gajah, Tompobulu, Kabupaten Maros. Langkah tersebut menjadi solusi mendesak mengingat ketersediaan ruang di sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) di dalam kota sudah sangat terbatas.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa tim dari pemerintah kota telah meninjau langsung beberapa titik potensial di wilayah tetangga tersebut pada Rabu. Peninjauan ini melibatkan jajaran DPRD serta instansi terkait untuk memastikan kelayakan lokasi secara komprehensif.
Selama ini, warga Makassar bergantung pada enam lokasi pemakaman utama, yakni TPU Sudiang, Beroanging, Kampung Dadi, Panaikang (dua lokasi), dan Antang. Namun, pertumbuhan penduduk yang pesat membuat lahan-lahan tersebut kini berada dalam kondisi kritis.
"Sekarang sudah kita lihat dan datangi beberapa lokasi, termasuk di Maros. Makassar kan relatif sudah sangat padat," ujar Munafri di Makassar, Rabu.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa beberapa TPU bahkan sudah tertutup untuk pemakaman umum. Saat ini, pengelola hanya mengizinkan pemakaman bagi warga yang sudah memiliki ikatan keluarga di lokasi tersebut.
"Jadi, perlu ada solusi. Karena beberapa TPU itu, kuburan bahkan sudah tertutup untuk umum, kecuali bagi keluarga. Ini tentu menjadi tantangan yang harus segera kita carikan solusi," tambahnya.
Pemerintah Kota Makassar memperkirakan kebutuhan lahan baru berada pada kisaran 10 hingga 20 hektare. Luasan ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan layanan pemakaman bagi masyarakat dalam jangka panjang melalui pemetaan wilayah yang terukur.
Meski lokasi di Tompobulu sudah diidentifikasi, Munafri menekankan perlunya kajian teknis lebih mendalam. Faktor kondisi alam, terutama kemiringan lahan, menjadi pertimbangan utama sebelum area tersebut benar-benar dikembangkan menjadi kawasan pemakaman.
"Sudah ada beberapa lokasi yang kita lihat, tetapi secara teknis masih perlu ditinjau lebih dalam, misalnya karena adanya kemiringan lahan," jelas Munafri.
Pemerintah kota memastikan adanya komitmen penganggaran untuk mendukung realisasi rencana ekspansi ini. Upaya tersebut merupakan bagian dari pemenuhan pelayanan dasar serta bentuk penghormatan terhadap kebutuhan jangka panjang seluruh lapisan masyarakat Makassar.