GOWA — Darmawangsyah Muin tak ingin berpuas diri meski Kabupaten Gowa telah meraih penghargaan nasional atas penurunan angka kemiskinan dan stunting. Penghargaan itu justru menjadi pelecut untuk memasifkan intervensi langsung ke desa-desa.
Selama dua hari beruntun, Wakil Bupati yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa ini membagikan paket makanan bergizi. Setelah menyasar Kecamatan Bajeng, kali ini giliran Kecamatan Pallangga yang menjadi sasaran.
Penyaluran dilakukan di Kantor Desa Bontoala. Sebanyak 200 paket dibagikan kepada keluarga sasaran dari tiga desa: Bontoala, Jenetallasa, dan Taeng.
Darmawangsyah yang didampingi Ketua TP PKK Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, disambut antusias ratusan warga yang sudah datang sejak pukul 08.00 Wita. Ia mengaku terkejut sekaligus terharu melihat partisipasi tinggi tersebut.
"Saya menerima laporan sebelumnya ada tujuh anak yang mengalami stunting di wilayah ini. Alhamdulillah, sekarang tersisa dua kasus. Ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, hasilnya bisa terlihat dengan cepat," ujar Darmawangsyah.
Pemilihan tiga desa sebagai lokasi penyaluran didasarkan pada hasil pemetaan risiko stunting oleh pemerintah daerah. Langkah ini memastikan intervensi gizi tepat sasaran kepada keluarga yang paling membutuhkan.
Darmawangsyah menegaskan, pemberian paket makanan bergizi bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan strategi jangka panjang memperkuat kualitas kesehatan ibu dan anak. Ia meminta seluruh perangkat desa dan tenaga pendamping terus memperbarui data agar program berjalan efektif.
Pemerintah Kabupaten Gowa tengah menyiapkan skema program yang lebih luas, termasuk pemberian bantuan nutrisi secara berkala berupa telur, susu, dan vitamin kepada kelompok sasaran.
"Kalau seluruh elemen bergerak bersama, saya optimistis angka stunting di Gowa yang saat ini di kisaran 17 persen bisa kita tekan hingga 10 persen. Ini bukan pekerjaan pemerintah saja, tetapi gerakan bersama," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar prinsip keadilan diutamakan dalam penyaluran bantuan. Bantuan gizi harus benar-benar diberikan kepada keluarga yang paling membutuhkan, bukan mereka yang sudah mampu.
Camat Pallangga, Muhammad Basir, menyampaikan apresiasi atas perhatian Wakil Bupati dan Ketua TP PKK Gowa. Menurutnya, kehadiran langsung pimpinan daerah menjadi bukti bahwa penanganan stunting tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga aksi nyata di lapangan.
Dalam kesempatan itu, Darmawangsyah juga memberikan edukasi mengenai stunting—mulai dari penyebab, dampak jangka panjang, hingga langkah pencegahannya. Ia menilai pemahaman masyarakat menjadi faktor kunci dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.