MAKASSAR — Langit masih kelabu saat Ridwan melangkah keluar rumah. Di jam di mana sebagian besar orang masih terlelap, ia dan ratusan rekannya di PT Elnusa Petrofin Makassar sudah bersiap mengemudikan mobil tangki. Rutinitas ini dijalaninya sejak 2009, tanpa mengenal hari libur atau kondisi cuaca.
Perusahaan tempat Ridwan bekerja mengelola 83 unit mobil tangki yang tersebar di Sulsel. Jangkauan pelayanannya sangat luas, mulai dari pusat keramaian seperti Makassar dan Pangkep, hingga ke daerah yang letaknya jauh seperti Bone, Sinjai, Bulukumba, dan Jeneponto.
Kapasitas kendaraan yang dikemudikannya bervariasi, mulai dari 8 kiloliter (KL), 16 KL, hingga 24 KL. Pola kerjanya pun dibedakan berdasarkan jarak tempuh.
“Untuk rute dalam kota atau wilayah dekat, seorang pengemudi bisa melakukan hingga empat kali perjalanan bolak-balik dalam satu hari kerja,” ujar Ridwan. Namun, untuk rute luar kota yang jaraknya bisa mencapai ratusan kilometer melewati jalan berkelok dan menanjak, umumnya hanya mampu menyelesaikan satu kali perjalanan pulang-pergi.
Bagi banyak orang, hari raya adalah momen berkumpul bersama kerabat. Namun bagi Ridwan dan rekan-rekannya, momen itu justru menjadi masa di mana tanggung jawab mereka semakin berat.
“Kalau sukanya, setiap masuk kerja kesehatan kami selalu diperhatikan dengan baik oleh perusahaan. Ada pemeriksaan rutin, ada fasilitas kesehatan, jadi kami merasa dihargai. Tapi dukanya, ya, saat hari besar seperti Lebaran pun kami harus siap turun bekerja dan meninggalkan keluarga di rumah,” ungkapnya dengan nada bercampur rasa syukur dan kerinduan.
Masyarakat umum mungkin hanya melihat BBM sebagai cairan yang tersedia di pompa pengisian. Tidak banyak yang menyadari bahwa di balik ketersediaan satu liter bensin atau solar, terdapat perjuangan luar biasa.
Ridwan mengemudikan kendaraan raksasa berisi muatan bernilai tinggi dan berisiko tinggi menuju berbagai tujuan. Bagi dia, pekerjaan ini bukan sekadar mencari nafkah, melainkan sebuah amanah besar yang memegang peran vital dalam kehidupan banyak orang di Sulsel.