MAROS — Pemerintah Kabupaten Maros bersama Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggencarkan pengembangan budidaya Ayam Alope, galur ayam kampung unggul hasil riset genetik, sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah. Bupati Maros Chaidir Syam meninjau langsung kelompok ternak "Balangpunta" di Tompobulu yang saat ini telah memelihara sekitar 1.100 ekor ayam Alope yang sudah memasuki masa produksi. Kawasan ini ditargetkan menjadi sentra bibit unggul untuk memutus ketergantungan pasokan anak ayam (DOC) dari luar daerah.
Ayam Alope Unhas 1 bukanlah ayam kampung biasa. Jenis ini merupakan galur ayam lokal unggul yang dikembangkan tim peneliti Fakultas Peternakan Unhas melalui proses seleksi ketat selama enam generasi. Ketua Tim Program Hilirisasi Ayam Alope di Kabupaten Maros yang juga Wakil Dekan III Fapet Unhas, Prof. Dr. Muhammad Ihsan A. Dagong, menjelaskan bahwa peternakan di Tompobulu ini difokuskan pada multiplikasi produksi bibit DOC.
“Kita juga sudah pernah menyebar bibit ayam alope ini di Desa Benteng Gajah dan Desa Lekopancing,” ujarnya saat dihubungi, Rabu malam (10/06/2026).
Prof. Ihsan menyebutkan, target populasi indukan di kelompok Balangpunta sendiri mencapai 1.500 ekor. Dengan jumlah tersebut, kelompok ini diharapkan mampu menyuplai kebutuhan DOC secara mandiri untuk peternak di Kabupaten Maros. Langkah ini sekaligus memotong ketergantungan pasokan bibit dari luar daerah yang selama ini menjadi kendala pengembangan peternakan lokal.
Bupati Chaidir Syam menyampaikan harapannya agar kelompok ternak seperti Balangpunta ke depannya dapat menjadi sumber bibit ayam Alope bagi peternak lainnya. “Mudah-mudahan, kelompok ternak ini bisa menjadi sumber bibit ayam Alope bagi para peternak lainnya, sehingga pengembangan budidaya ayam ini bisa semakin masif dan berdampak luas,” pungkasnya saat meninjau langsung lokasi peternakan.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah dengan Fakultas Peternakan Unhas. “Alhamdulillah, saat ini kita sudah meninjau pengembangan ayam Alope. Ini merupakan jenis ayam kampung yang pengembangannya merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah dengan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin,” ujar Chaidir Syam. Pengembangan ayam Alope diharapkan mampu meningkatkan populasi ayam unggul di Maros secara berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi para peternak lokal.