SULAWESI SELATAN — BMKG melalui akun resmi media sosialnya mengumumkan gempa terjadi pukul 17:03 WIB dengan magnitudo 3,4. Episenter gempa terletak pada koordinat 9.41 Lintang Selatan dan 114.02 Bujur Timur, dengan kedalaman hiposenter hanya 10 kilometer. “Mag:3.4, 12-Jun-2026 17:03:55WIB, Lok:9.41LS, 114.02BT (134 km BaratDaya JEMBRANA-BALI), Kedlmn:10 Km,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Mengapa Gempa Dangkal di Laut Tidak Terasa Signifikan
Gempa dangkal dengan magnitudo kecil seperti ini umumnya hanya menghasilkan getaran lemah di permukaan. Meskipun pusatnya di laut, energi yang dilepaskan belum cukup kuat untuk menimbulkan kerusakan bangunan atau memicu gelombang tsunami. BMKG menegaskan informasi ini bersifat preliminary dan masih dapat berubah seiring kelengkapan data stasiun seismograf.
“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” demikian pernyataan resmi BMKG.
Posisi Episenter dan Zona Subduksi Bali
Lokasi gempa berada di Samudra Hindia, selatan Pulau Bali, yang merupakan bagian dari zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sumber seismik aktif di Indonesia. Meski magnitudo 3,4 tergolong kecil, aktivitas serupa kerap terekam di selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
Kabupaten Jembrana sendiri merupakan wilayah paling barat di Bali, berbatasan langsung dengan Selat Bali. Getaran gempa dari titik episenter yang berjarak 134 km kemungkinan besar tidak mencapai daratan dengan intensitas berarti.
Belum Ada Laporan Kerusakan, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang
Hingga pukul 18.00 WIB, BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali belum menerima laporan dampak kerusakan dari masyarakat. Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Gempa susulan dengan kekuatan lebih besar diprediksi tidak akan terjadi mengingat karakteristik magnitudo kecil ini.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa Bali, sebagai destinasi wisata utama, berada di kawasan rawan gempa. Pemerintah daerah terus mendorong kesiapsiagaan infrastruktur dan edukasi kebencanaan bagi masyarakat serta pelaku industri pariwisata.