Kabar ini pertama kali dilaporkan Bloomberg, mengutip sumber internal yang menyebut PHK akan terjadi pada Juli 2025. Pengumuman ini datang hanya beberapa pekan setelah Asha Sharma resmi menjabat sebagai CEO Xbox, menggantikan Phil Spencer yang memimpin akuisisi besar-besaran seperti Bethesda dan Activision Blizzard.
Dalam email internal kepada karyawan pada Rabu lalu, Sharma mengungkap data yang mengejutkan: pendapatan tahunan Xbox turun "hampir setengah miliar dolar" dalam lima tahun terakhir. Penurunan ini terjadi meskipun Microsoft telah menggelontorkan lebih dari 20 juta dolar AS untuk investasi di seluruh merek Xbox—belum termasuk pengeluaran untuk Activision Blizzard King.
"Kami memperluas sistem studio ketika membutuhkan jalur konten untuk memenuhi berbagai strategi di langganan, streaming, dan perangkat," tulis Sharma. "Dalam prosesnya, kami mendapati diri kami terlalu mengembang saat menjalankan strategi yang berubah-ubah di tengah lanskap konten yang lebih mudah tersedia."
Sharma juga menyoroti krisis hardware yang membebani Xbox. "Ketika saya bergabung sebagai CEO pada Februari 2025, harga yang kami bayar untuk komponen penyimpanan konsol lebih dari dua kali lipat dibandingkan musim gugur lalu," ungkapnya. "Biaya ini kemudian berlipat ganda lagi. Dan saat kami merencanakan musim liburan 2027, kami memperkirakan kenaikan signifikan lainnya—menjadi lebih dari lima kali lipat harga yang kami bayarkan hanya dua tahun sebelumnya."
Masalah ini, menurut Sharma, adalah bagian dari krisis komponen hardware yang lebih luas yang melanda industri teknologi. Semakin banyak komponen digunakan untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI), membuat pasokan untuk konsol gaming semakin langka dan mahal.
Meskipun belum jelas seberapa drastis langkah yang akan diambil, nada bicara Sharma mengindikasikan penutupan studio bukanlah kemustahilan. Di bawah kepemimpinan Phil Spencer, Xbox secara agresif mengakuisisi pengembang seperti Compulsion Games, Undead Labs, dan Ninja Theory—belum lagi raksasa Bethesda dan Activision Blizzard.
PHK yang direncanakan ini, jika akurat, bukanlah kejutan besar. Pada akhir Mei lalu, Sharma sudah memperingatkan staf bahwa "pilihan sulit" akan datang saat Xbox berusaha bangkit kembali. Bagi penggemar Xbox di Indonesia, kabar ini menjadi sinyal bahwa masa depan konsol gaming—setidaknya dari kubu Microsoft—sedang berada di titik kritis.